Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sandiaga Uno Ungkap 2 Kunci Sukses Pengusaha, Adaptif dan Kreatif

Sandiaga Uno Ungkap 2 Kunci Sukses Pengusaha, Adaptif dan Kreatif
Sandiaga Uno dalam sesi "Creative Industries and Cultural Heritage: Blending Tradition with Modernity" di acara IMGS pada Rabu (23/10/2024). (IDN Times/Tata Firza)
Intinya Sih
  • Sandiaga Uno menekankan pentingnya sikap adaptif dan kreatif bagi pengusaha agar mampu menghadapi perubahan cepat dalam dunia bisnis modern.
  • Bloom Group menunjukkan model bisnis adaptif dengan empat lini usaha utama di sektor energi, logistik, dan media kreatif yang saling terhubung.
  • Ekosistem finansial Bloom Group dinilai kuat karena keseimbangan antara sektor komoditas dan sektor kreatif, menjaga ketahanan perusahaan terhadap fluktuasi pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menilai pengusaha mesti lebih adaptif terhadap kondisi bisnis saat ini. Sandiaga pun meminta para pengusaha untuk selalu berpikir kreatif agar bisa menjawab kebutuhan industri yang sangat dinamis dan berubah cepat belakangan ini.

"Inilah wajah masa depan ekonomi kita yaitu adaptif, berani bersinergi, dan sukses mengawinkan industri fundamental dengan kreativitas digital,” ujar Sandiaga dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (18/3/2026).

1. Pengenalan Bloom Group

ilustrasi batu bara (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
ilustrasi batu bara (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Pernyataan itu disampaikan Sandiaga ketika menghadiri acara buka puasa bersama dengan Bloom Group awal pekan ini. Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga membahas bersama dengan jajaran direksi Bloom Group terkait pentingnya inovasi dan daya saing pelaku usaha nasional di tengah tantangan ekonomi global.

CEO Bloom Group, Andrew Chu kemudian mengajak Sandiaga melihat lebih dekat struktur bisnis Bloom Group yang mencakup sektor energi, logistik, hingga media kreatif.

Bloom Group memiliki empat lini bisnis utama yang saling terhubung dan menopang pertumbuhan perusahaan. Di sektor energi, Bloom Energy berfokus pada aktivitas trading batu bara dengan tata kelola profesional. Sementara itu, PRAU berperan sebagai intermediate stockpile yang mendukung kelancaran manajemen stok batu bara dalam rantai pasok energi.

Pada bidang logistik, Bloom X hadir sebagai penyedia jasa transportasi berat yang mendukung distribusi komoditas melalui berbagai moda, termasuk tongkang dan sistem logistik terpadu. Adapun di sektor kreatif, Bloom Media menjadi unit usaha yang bergerak dalam produksi konten digital, pengembangan kreator, serta pengelolaan media digital di berbagai platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.

2. Model bisnis yang bisa adaptif

Ponsel pintar yang berisi berbagai platform media sosial.
ilustrasi media sosial (unsplash.com/Julian)

Keberagaman lini usaha tersebut menunjukkan langkah Bloom Group dalam membangun model bisnis yang tidak hanya bertumpu pada sektor fundamental, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi kreatif.

“Melihat Bloom Group, kita melihat bagaimana sebuah perusahaan bisa adaptif. Di satu sisi kuat di sektor fundamental seperti energi dan logistik, tapi di sisi lain juga sangat paham pentingnya konten melalui Bloom Media,” ujar Andrew.

3. Resiliensi holding lewat ekosistem finansial yang kuat

pexels-pixabay-53621.jpg
ilustrasi finansial (pexels.com/pixabay)

Sementara itu, Direktur Keuangan Bloom Group, Hatta mengatakan, kehadiran empat lini bisnis utama tersebut sebagai fokus dalam menjaga keseimbangan antara sektor komoditas yang capital-intensive dengan sektor kreatif yang lebih dinamis.

“Kehadiran unit-unit seperti Bloom Energy hingga Bloom Media menciptakan ekosistem finansial yang saling memperkuat, sehingga holding tetap resilien menghadapi fluktuasi pasar,” ujar Hatta.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More