Rupiah Melemah Tipis Mengawali Pekan Ini, Pasar Tunggu Data Inflasi RI

- Rupiah melemah tipis 4 poin ke level Rp17.341 per dolar AS pada awal perdagangan Senin, mencerminkan tekanan ringan di pasar valuta asing.
- Pengamat menilai rupiah masih berpotensi menguat setelah pernyataan Trump soal pembebasan kapal di Selat Hormuz yang bisa meredakan kekhawatiran pasokan global.
- Investor menunggu rilis data ekonomi penting seperti inflasi dan neraca perdagangan, sementara proyeksi pergerakan rupiah berada di kisaran Rp17.250–Rp17.400 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah tipis dalam mengawali perdagangan, Senin (4/5/2026).
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.06 WIB, mata uang Garuda melemah 4 poin atau sebesar 0,02 persen ke level Rp17.341 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Rupiah masih berpotensi menguat
Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai rupiah sebenarnya memiliki potensi menguat. Hal tersebut merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang akan membebaskan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Kebijakan tersebut dinilai dapat meredakan kekhawatiran pelaku pasar akan gangguan pasokan global, sehingga menekan harga minyak mentah.
"Rupiah berpotensi menguat merespons pernyataan Trump yang akan membebaskan kapal-kapal di Selat Hormuz meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global, sehingga menekan harga minyak," katanya.
2. Investor nantikan data ekonomi Indonesia
Sementara, indeks dolar AS sempat melemah selama akhir pekan lalu. Pelemahan tersebut didorong data aktivitas manufaktur yang berada di bawah ekspektasi pasar, serta adanya intervensi dari mata uang Yen terhadap dolar AS.
Namun, Lukman memproyeksikan penguatan rupiah nantinya akan berjalan terbatas. Investor saat ini memilih menanti rentetan rilis data ekonomi penting Indonesia yang diumumkan hari ini, terutama neraca perdagangan dan inflasi.
"Penguatan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan rentetan data ekonomi Indonesia yang akan dirilis Senin ini," ujar Lukman.
3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Melihat sentimen pasar hari ini, Lukman memperkirakan pergerakan kurs rupiah berada dalam kisaran Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS dalam perdagangan awal pekan.
Sementara, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan cenderung fluktuatif sepanjang hari, namun ditutup melemah di rentang Rp17.350 hingga Rp17.400 per dolar AS.


















