Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Shipping Jadi Penopang Distribusi BBM dan LPG, Ini Langkah Pertamina

Shipping Jadi Penopang Distribusi BBM dan LPG, Ini Langkah Pertamina
Kapal pengangkut LPG Pertamina. (dok. Pertamina)
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga menegaskan peran vital sektor maritim dalam distribusi BBM dan LPG ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T, sebagai bagian dari sistem logistik energi nasional.
  • Keandalan sistem pelayaran menjadi faktor krusial karena gangguan di jalur laut dapat langsung memengaruhi ketersediaan energi serta aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
  • Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi energi berbasis maritim melalui kolaborasi internal dan pengembangan sistem yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan serta kondisi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan lebih dari 90 persen perdagangan dunia berlangsung melalui jalur laut, yang menempatkan sektor maritim sebagai penopang utama sistem logistik global. Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, konektivitas laut disebut menjadi dasar dalam distribusi energi nasional.

"Dalam karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, keandalan sistem ini menjadi kunci agar energi dapat diakses secara merata, termasuk di wilayah 3T," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

1. Shipping menopang distribusi energi

1000789525.jpg
Kapal Pertamina. (Dok. Pertamina)

Melalui bisnis shipping, Pertamina Patra Niaga mendistribusikan energi ke berbagai wilayah melalui jalur laut dan sungai. Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dari kilang menuju terminal hingga titik serah bergantung pada sistem tersebut agar pasokan dapat diterima masyarakat.

"Lebih dari sekadar moda transportasi, shipping merupakan invisible infrastructure yang menopang distribusi energi nasional," ujar Roberth.

2. Gangguan berdampak ke pasokan energi

1000789528.jpg
Kapal Pertamina. (Dok. Pertamina)

Menurut Roberth, distribusi energi nasional memiliki tantangan yang menuntut sistem pelayaran tetap berjalan andal dan menyesuaikan kondisi, termasuk faktor cuaca serta operasional.

Dia menjelaskan, ketika sistem pelayaran berjalan normal, dampaknya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Namun, jika terjadi gangguan, kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan energi dan aktivitas ekonomi.

"Ketika terjadi gangguan, efeknya langsung terasa terhadap ketersediaan energi dan aktivitas ekonomi. Karena itu, shipping menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas energi nasional," katanya.

3. Distribusi energi berbasis maritim diperkuat

Kapal tanker Pertamina
Ilustrasi dua kapal yang mengangkut minyak milik PT Pertamina. (www.instagram.com/@pertaminainternationalshipping)

Pertamina Patra Niaga menyatakan terus memperkuat distribusi energi berbasis maritim melalui kerja sama di internal Pertamina Group. Langkah itu dilakukan untuk menjaga penyaluran energi tetap berjalan aman, tepat waktu, dan merata.

Ke depan, perusahaan minyak dan gas (migas) milik negara itu menyebut akan mengembangkan sistem distribusi energi agar lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan dan kondisi global.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem distribusi energi yang lebih adaptif dan resilien, sejalan dengan dinamika global serta kebutuhan energi masyarakat," kata Roberth.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Related Articles

See More