Sarmuji Ungkap Tugasnya Tidak Ringan Jadikan Industri Pengungkit Ekonomi

- Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menargetkan sektor industri menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
- Sarmuji meminta jajaran Kemenperin membangun visi besar dan memperkuat industri nasional, sambil menegaskan tugas tersebut tidak ringan.
- Penguatan industri memerlukan kolaborasi dengan kementerian investasi, keuangan, ESDM, dan pertanian untuk investasi, insentif, energi gas, serta bahan baku bernilai tambah.
Jakarta, IDN Times - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyebut tugas yang diembannya tidak ringan. Ia dituntut menjadikan sektor industri sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
Sarmuji mengatakan, target tersebut membutuhkan kerja sama lintas kementerian. Pasalnya, penguatan industri tidak hanya bergantung pada Kementerian Perindustrian (Kemenperin), tetapi juga berkaitan dengan investasi, insentif fiskal, energi, hingga sektor pertanian.
"Tugas yang tidak ringan ya. Menjadikan industri menjadi leverage factor bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja itu bukan sesuatu yang mudah, tetapi justru itu tantangan yang harus kita hadapi dan harus kita selesaikan," ujar Sarmuji dalam acara serah terima jabatan Menperin di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
1. Menperin Sarmuji minta jajarannya perkuat industrj nasional

Serah Terima Jabatan Menperin. (Dok istimewa) Sarmuji meminta jajaran Kemenperin membangun visi besar untuk memperkuat sektor industri nasional.
"Karena itu tadi saya meminta kepada jajaran Kementerian Perindustrian, mari kita punya mimpi besar, membangun narasi besar, agar sektor perindustrian itu betul-betul kuat ke depan," katanya.
2. Penguatan industri perlu kolaborasi lintas Kementerian

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama) Menurut Sarmuji, penguatan industri membutuhkan kolaborasi dengan sejumlah kementerian. Salah satunya Kementerian Investasi dan Hilirisasi karena investasi menjadi bagian penting dari pengembangan industri dari sisi hulu.
"Kita harus ngomong sama Menteri Investasi, karena hulunya ada di investasi," ujarnya.
Selain itu, Sarmuji menyebut peran Kementerian Keuangan diperlukan untuk memberikan dukungan fiskal kepada sektor industri, termasuk melalui relaksasi maupun insentif.
"Kita harus ngomong pada Menteri Keuangan, karena Menteri Keuangan yang bisa memberikan relaksasi atau insentif bagi dunia industri," katanya.
3. Pererat koordinasi dengan Bahlil, minta dukungan sektor energi terkait gas industri

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepreaidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Tino) Sarmuji juga menyoroti pentingnya dukungan sektor energi. Ia menyebut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki sumber daya seperti gas yang dapat mendukung pertumbuhan industri nasional.
"Kita harus ngomong pada Kementerian ESDM, karena Kementerian ESDM memiliki resource berupa gas yang bisa mendukung pertumbuhan sektor industri," jelasnya.
Tak hanya itu, Kemenperin juga perlu berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Menurut Sarmuji, sektor pertanian memiliki bahan baku yang dapat diolah lebih lanjut untuk menciptakan nilai tambah melalui industrialisasi.
"Kita harus berbicara bahkan dengan Menteri Pertanian, karena di situ juga ada hulu yang harus kita ciptakan nilai tambah dalam bentuk industrialisasi," katanya.
Sarmuji menegaskan, Kemenperin tidak dapat bekerja sendiri dalam memperkuat industri nasional. Kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci untuk meningkatkan peran industri terhadap perekonomian.
"Jadi kita tidak bisa bekerja sendirian, kolaborasi menjadi penting untuk bersama-sama menjadikan sektor industri menjadi leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja," ucapnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















