Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saudi Peringatkan Ancaman Jalur Maritim Teluk bagi Energi Global

3 min read
Saudi Peringatkan Ancaman Jalur Maritim Teluk bagi Energi Global
ilustrasi bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)
  • Arab Saudi memperingatkan PBB bahwa pemblokiran jalur perairan Timur Tengah mengancam keamanan energi global, perdagangan internasional, dan rantai pasok dunia.
  • Riyadh mendesak perlindungan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, Bab al-Mandab, Laut Merah, dan Teluk Aden, serta pembukaan Hormuz tanpa biaya, pajak, atau pembatasan.
  • Arab Saudi mendukung mediasi Qatar dan Pakistan untuk deeskalasi, sekaligus menegaskan solusi dua negara bagi Palestina berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Arab Saudi memperingatkan para anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa upaya pemblokiran rute perairan di kawasan Timur Tengah menjadi ancaman nyata bagi keamanan energi global. Sikap tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, dalam pidatonya di sesi ke-81 Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026).

Dilansir QNA, Arab Saudi menegaskan keamanan Teluk Arab merupakan bagian integral dari keamanan kawasan maupun dunia. Faisal menyatakan stabilitas kawasan Teluk berkaitan langsung dengan keamanan energi global, kelangsungan perdagangan internasional, serta keberlanjutan rantai pasok dunia.

  1. 1. Komunitas internasional diminta pikul tanggung jawab pelayaran

    ilustrasi kapal tanker
    ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

    Faisal menyerukan agar komunitas internasional memikul tanggung jawabnya dalam menghadapi segala hal yang mengancam perdamaian dan keamanan dunia. Dia menegaskan perlindungan navigasi internasional dan ketahanan rantai pasok merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kerja sama internasional secara serius.

    Langkah kerja sama tersebut ditekankan demi mencegah perekonomian dunia terpapar risiko yang berdampak pada seluruh dunia.

    “Komunitas internasional telah absen dari memikul tanggung jawabnya dalam menghadapi semua hal yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional,” ujar Faisal di hadapan Majelis Umum PBB.

    Kerajaan Arab Saudi menggarisbawahi pentingnya memastikan perlindungan kebebasan navigasi di seluruh jalur perairan internasional. Rute strategis yang disorot mencakup Selat Hormuz, Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, hingga kawasan Teluk Aden.

  2. 2. Desakan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan dan pajak

    Selat Hormuz
    Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Teheran telah mengganggu arus pelayaran melalui Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari. Kelompok Houthi di Yaman selaku sekutu Iran kemudian melakukan hal serupa di Selat Bab al-Mandab, padahal kedua rute tersebut merupakan jalur vital ekspor minyak dan gas dunia.

    Faisal menuntut kondisi lalu lintas di Selat Hormuz dipulihkan seperti situasi sebelum 28 Februari tanpa pengenaan biaya, pajak, atau pembatasan. Pidato tersebut disampaikan tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan kesepakatan dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan imbalan yang di antaranya mencakup gencatan senjata di Timur Tengah dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

    Pemerintah Arab Saudi menegaskan penolakan terhadap tindakan pihak mana pun yang memanfaatkan jalur perairan strategis untuk menekan negara lain.

    “Kerajaan menolak penggunaan jalur vital ini oleh pihak mana pun sebagai alat untuk menekan, mengancam, atau merugikan kepentingan negara-negara, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB terkait,” tegas Faisal.

  3. 3. Dukungan mediasi kawasan dan penyelesaian isu Palestina

    ilustrasi bendera Palestina
    ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Alfo Medeiros)

    Faisal menyatakan Arab Saudi bersama negara-negara kawasan lain telah menjadi sasaran serangan terang-terangan dari Iran yang menyasar keamanan, aset, serta fasilitas sipil dan ekonomi. Dia menegaskan hak penuh negaranya untuk melindungi keamanan dan kedaulatannya, warga negara serta penduduknya, dan aset-aset nasionalnya.

    Arab Saudi turut menyampaikan dukungan terhadap berbagai inisiatif deeskalasi konflik, khususnya langkah peredaan ketegangan yang dipimpin oleh Qatar dan Pakistan. Inisiatif tersebut dipandang dapat membantu memulihkan stabilitas kawasan sekaligus membuka ruang yang kondusif bagi dialog dan diplomasi.

    Terkait isu Palestina, Faisal menyoroti penderitaan rakyat Palestina yang terus berlanjut di Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta menegaskan bahwa tindakan Israel yang menargetkan warga sipil, menghalangi bantuan kemanusiaan, berupaya melakukan penggusuran paksa, dan memperluas permukiman ilegal merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional. Faisal menegaskan perdamaian yang adil dan abadi hanya dapat terwujud melalui implementasi solusi dua negara serta pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More