Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Houthi Klaim Serang Fasilitas Minyak Aramco dan Pangkalan Saudi

3 min read
Houthi Klaim Serang Fasilitas Minyak Aramco dan Pangkalan Saudi
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree (Tasnim News Agency, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Houthi mengklaim meluncurkan puluhan rudal dan drone ke pangkalan militer Jazan, fasilitas Aramco Yanbu, serta sasaran di Riyadh; Saudi menyatakan enam rudal berhasil dicegat.
  • Pertempuran darat di Yaman menewaskan sedikitnya 150 personel dalam 24 jam, termasuk 98 tentara pemerintah dan 52 milisi Houthi, di tengah perebutan jalur logistik strategis.
  • Prancis berkomitmen mengirim personel, radar, dan pertahanan udara untuk Yanbu; sistem Patriot Yunani mencegat ancaman, sementara Saudi merencanakan pertemuan pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke wilayah Arab Saudi pada Kamis (24/9/2026). Serangan tersebut menyasar sejumlah pangkalan militer di kawasan Jazan dan fasilitas minyak Saudi Aramco di kota pelabuhan Yanbu.

Otoritas Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya di beberapa kota, termasuk Makkah, Jeddah, dan Tabuk. Di sisi lain, militer koalisi pimpinan Saudi mengklaim berhasil mencegat rudal-rudal tersebut sebelum mencapai target.

  1. 1. Houthi gempur pos militer Jazan dan kilang minyak Yanbu

    pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman
    pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman. (Public domain, via Wikimedia Commons)

    Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan pasukannya menembakkan puluhan rudal balistik dan drone ke kawasan Jazan di barat daya Saudi. Serangan itu menyasar pusat kendali operasi, kamp militer Al-Daghareer, serta deretan pangkalan di Al-Tuwal. Saree mengklaim serangan tersebut berhasil mengenai sasaran dan membakar sejumlah gudang amunisi.

    Selain pos perbatasan, Houthi mengaku menyerang fasilitas kilang Saudi Aramco di Yanbu dan sasaran sensitif di Riyadh. Yanbu menjadi target vital karena pelabuhan Laut Merah ini menampung pipa distribusi utama dan terminal ekspor minyak mentah Saudi. Pihak Houthi juga mengklaim serangan tersebut menimbulkan ratusan korban di kalangan personel militer Saudi, Yaman, dan Sudan.

    Koalisi pimpinan Saudi belum menanggapi klaim Houthi tersebut. Namun, Saudi mengumumkan sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh enam rudal balistik yang meluncur ke arah Taif dan Yanbu.

    "Eskalasi dan pelanggaran oleh milisi teroris Houthi akan ditindak secara tegas," tutur Juru Bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi Mayor Jenderal Turki al-Maliki, dilansir Al Jazeera.

  2. 2. Korban jiwa berjatuhan di tengah pertempuran darat Yaman

    Hadramaut, Yaman
    Hadramaut, Yaman (Moataz Kaity, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

    Bersamaan dengan serangan ke Saudi, pertempuran juga meletus di berbagai front Yaman. Sedikitnya 150 personel dari pihak Houthi dan pasukan pemerintah tewas dalam pertempuran selama 24 jam terakhir.

    Sebanyak 98 tentara pemerintah gugur, sebagian besar akibat serangan drone dan rudal balistik Houthi. Sementara itu, sedikitnya 52 milisi Houthi tewas dalam bentrokan lainnya. Banyak korban dari kedua belah pihak gugur dalam pertempuran di kawasan Pegunungan Kahboub yang menghadap ke Selat Bab al-Mandab.

    Bentrokan juga berkecamuk di perbatasan Lahj dan Taiz untuk memperebutkan jalan Hejat al-Abd. Ruas jalan perbukitan ini merupakan satu-satunya jalur logistik yang menghubungkan Kota Taiz dengan pusat pemerintahan di Aden. Juru bicara militer pemerintah Yaman Kolonel Majed al-Nuzaili menyatakan pasukannya berhasil memukul mundur serbuan Houthi yang berupaya memutus jalur penting tersebut.

    "Pemanfaatan keselamatan pelayaran oleh milisi Houthi sebagai alat pemerasan tidak hanya mengancam Yaman, tetapi juga menyandera seluruh ekonomi dunia," ujar Wakil Presiden Dewan Kepresidenan Yaman Abdullah Abdulkader al-Alimi, dilansir The Guardian.

  3. 3. Prancis dan sekutu kirim bantuan militer untuk lindungi Saudi

    Presiden Prancis Emmanuel Macron
    Presiden Prancis Emmanuel Macron (Spc. Thurnapuf Valle, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Meningkatnya intensitas serangan Houthi mendorong negara-negara mitra bergerak memperkuat pertahanan Riyadh. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan komitmen negaranya mengirim bantuan militer guna melindungi terminal minyak strategis di Yanbu.

    Dukungan militer dari Paris mencakup pengiriman personel, instalasi radar pengintai, dan sistem pertahanan udara. Pengamanan di Yanbu menjadi prioritas karena menampung jalur pipa East-West yang mengalirkan minyak dari Teluk menuju Laut Merah. Rute darat ini menjadi andalan Saudi untuk mengirim minyak ke Eropa saat Selat Hormuz terganggu krisis regional.

    Selain bantuan Prancis, militer Yunani yang bertugas di Saudi turut aktif menghalau ancaman udara. Sistem rudal Patriot milik Yunani berhasil menembak jatuh satu rudal balistik dan satu drone di kawasan Yanbu pada hari yang sama.

    Kementerian Luar Negeri Saudi juga mengumumkan rencana pertemuan darurat bersama Turki dan Pakistan. Panglima angkatan bersenjata dari ketiga negara menjadwalkan pertemuan darurat untuk menyusun langkah pertahanan bersama di bawah pakta militer yang telah disepakati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More