Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Bahaya di Makkah dan 4 Wilayah, Ada Apa?

2 min read
Arab Saudi Aktifkan Peringatan Bahaya di Makkah dan 4 Wilayah, Ada Apa?
ilustrasi ibadah haji (pexels.com/Shahbaz Hussain)
  • Arab Saudi mengaktifkan peringatan bahaya di Mekkah serta beberapa wilayah lain terkait potensi serangan rudal atau drone, lalu mencabutnya setelah beberapa menit.
  • Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat enam rudal balistik Houthi yang menuju Taif dan Yanbu; belum ada kepastian korban maupun kerusakan.
  • Konflik Yaman kembali memanas, memperburuk krisis kemanusiaan dengan lebih dari 700 tewas, ribuan luka-luka, dan hampir 130 ribu warga mengungsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Sistem Platform Peringatan Dini Nasional Arab Saudi mengaktifkan peringatan bahaya di Kota Makkah, lokasi Masjidil Haram, pada Kamis (24/9/2026). Peringatan mengenai potensi serangan rudal atau pesawat tanpa awak (drone) itu juga sempat mencakup wilayah kegubernuran Yanbu di Laut Merah, Taif, Jeddah, hingga Tabuk sebelum dicabut beberapa menit kemudian.

Dilansir CNA, peringatan tersebut biasanya mengindikasikan adanya potensi ancaman serangan dari kelompok Houthi. Peringatan bahaya di Mekkah ini menjadi yang kedua kalinya dikeluarkan dalam kurun waktu satu bulan selama eskalasi konflik terbaru. Pertahanan Sipil Arab Saudi memastikan situasi telah aman dan meminta warga mengikuti panduan keselamatan tanpa berkumpul atau merekam kejadian.

  1. 1. Koalisi Arab Saudi tembak jatuh rudal Houthi

    ilustrasi peluncuran rudal
    ilustrasi peluncuran rudal (pexels.com/SpaceX)

    Koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan telah mencegat enam rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju Taif dan Yanbu. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai korban jiwa maupun kerusakan materi akibat serangan tersebut.

    Koalisi Arab Saudi juga menyampaikan tindakan tegas sebagai respons resmi terhadap serangan itu.

    “Setiap eskalasi dan pelanggaran oleh milisi Houthi teroris akan ditangani dengan tegas,” tegas koalisi Arab Saudi, dikutip Times of India.

  2. 2. Houthi kembali lancarkan serangan dari Yaman

    ilustrasi persiapan amunisi militer (pexels.com/Art Guzman)
    ilustrasi persiapan amunisi militer (pexels.com/Art Guzman)

    Peringatan dini serupa berulang setelah kelompok Houthi dari Yaman yang didukung Iran melakukan serangkaian serangan. Pemerintah Riyadh sebelumnya menuduh Houthi menargetkan Mekkah menggunakan drone, tetapi tuduhan itu dibantah kelompok tersebut, sebelum serangan berlanjut ke ibu kota Riyadh dalam beberapa hari berikutnya.

    Konflik antara Houthi dan koalisi Arab Saudi telah berlangsung sejak 2015 dalam perebutan kendali pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Ketegangan meningkat setelah gencatan senjata rapuh sejak 2022 pecah pada Juli akibat izin pendaratan pesawat Iran di Sanaa yang dinilai melanggar ketentuan kontrol wilayah udara Riyadh. Lalu disusul penutupan jalur laut, serangan terhadap kapal tanker, serta penguasaan kawasan pesisir Selat Bab al-Mandab yang menjadi jalur penting distribusi minyak Arab Saudi dan sekutunya.

  3. 3. Perang Yaman kembali memicu pertempuran sengit

    ilustrasi pasukan bersenjata
    ilustrasi pasukan bersenjata (unsplash.com/Nathan Gubler)

    Perang saudara Yaman kembali diwarnai pertempuran sengit dan kini memasuki tahun ke-12 setelah Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Pasukan pemerintah Yaman sempat menahan pergerakan Houthi di jalur pasokan utama Taiz-Aden yang mengarah ke kota pelabuhan Aden.

    Kondisi kemanusiaan di kawasan itu turut memburuk seiring pertempuran yang semakin intens. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat lebih dari 700 orang tewas, ribuan lainnya terluka, hampir 130 ribu warga Yaman mengungsi di dalam negeri, sedangkan lebih dari 3 ribu orang melarikan diri melintasi Laut Merah menuju benua Afrika.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More