AS Mau Larang Permanen Impor Kendaraan Asal China, RUU Diajukan Senat

- Senator AS dari Demokrat dan Republik mengajukan RUU untuk melarang permanen kendaraan asal China, dengan dukungan 51 senator dan lebih dari 100 anggota DPR.
- RUU dipercepat menjelang pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping, serta dirancang mencabut kewenangan Gedung Putih memberi dispensasi pasar atau izin pabrik bagi produsen China.
- Enam asosiasi otomotif AS mendukung penutupan pasar, menyoroti persaingan dari kendaraan bersubsidi China serta risiko privasi dan pengawasan siber melalui konektivitas kendaraan.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah anggota Senat Amerika Serikat mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) bipartisan pada Rabu (23/9/2026), untuk melarang peredaran kendaraan asal China secara permanen. Langkah legislasi ini diharapkan mendapat persetujuan cepat di Senat menjelang pertemuan bilateral antara Presiden Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping.
Rancangan aturan baru tersebut telah mendapat dukungan dari anggota Senat hingga Dewan Perwakilan Rakyat AS. Asosiasi manufaktur dan staf parlemen berharap aturan pembatasan impor ini dapat disahkan sebelum akhir tahun.
1. Percepatan pengesahan RUU lintas partai di parlemen

Gedung Parlemen AS. (Sumber: pixabay.com/jackelberry-491273) Upaya pengesahan undang-undang ini dipimpin oleh Senator Demokrat Elissa Slotkin dari Michigan bersama Senator Republik Bernie Moreno dari Ohio. Keduanya berupaya meloloskan aturan ini melalui jalur konsensus bulat di Senat agar proses verifikasi regulasi tuntas lebih cepat. RUU ini telah didukung oleh 51 senator dan lebih dari 100 perwakilan di DPR AS.
“Baik anggota Demokrat maupun Republik, tidak ada yang menginginkan mobil buatan China beredar di Amerika,” kata Senator Elissa Slotkin.
Para pengusul terus berkomunikasi dengan anggota parlemen yang sempat menyampaikan keberatan teknis guna mencegah veto perorangan saat pemungutan suara.
2. Dinamika diplomasi dagang dan polemik izin pabrik

Machine tool membantu manufaktur mengerjakan komponen dengan presisi. (CMES Indonesia official) Manuver legislatif ini bergulir bersamaan dengan pertemuan dagang antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Washington. Langkah Senat ini sekaligus merespons pernyataan Trump yang sebelumnya sempat membuka opsi izin pabrik bagi produsen China asalkan menyerap tenaga kerja lokal.
RUU ini dirancang untuk menetapkan larangan permanen sekaligus mencabut wewenang Gedung Putih dalam menerbitkan dispensasi pasar bagi Beijing. Parlemen menilai kehadiran pabrik tersebut tetap mengancam kelangsungan industri manufaktur nasional.
“Kendaraan asal China tidak boleh diizinkan masuk ke pasar Amerika Serikat demi nasib jutaan pekerja otomotif kita,” kata Senator Bernie Moreno.
3. Sikap tegas koalisi otomotif AS

ilustrasi manufaktur, industri otomotif, pabrik (magnific.com/usertrmk) Enam asosiasi industri otomotif AS yang menaungi pabrikan besar seperti General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, dan Tesla mengirimkan surat bersama kepada pemerintah federal. Koalisi mendesak penutupan pasar secara total karena masuknya kendaraan bersubsidi asal China memicu persaingan tidak sehat.
“Saat ini produsen mobil China membanjiri pasar dunia dengan kendaraan bersubsidi yang terhubung jaringan perangkat lunak,” kata Kepala Eksekutif Alliance for Automotive Innovation, John Bozzella.
Selain masalah persaingan industri, pemblokiran perangkat komunikasi nirkabel seperti Bluetooth, Wi-Fi, dan satelit dinilai mendesak guna melindungi privasi warga dari potensi pengawasan siber asing.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















