Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Izinkan Pabrik Mobil China Masuk AS, Wajib Serap Pekerja Lokal

3 min read
Trump Izinkan Pabrik Mobil China Masuk AS, Wajib Serap Pekerja Lokal
ilustrasi mobil (pexels.com/Sadi Hockmuller)
  • Presiden Donald Trump membuka peluang produsen mobil China membangun pabrik di AS, asalkan seluruh kegiatan produksi menyerap tenaga kerja lokal.
  • Pernyataan Trump muncul menjelang pertemuan dengan Xi Jinping di Washington; ia membantah rumor izin penjualan mobil China sebagai bagian kesepakatan dagang.
  • Kebijakan ini berlawanan dengan pembatasan era Biden, tarif impor di atas 100 persen, serta dorongan industri dan Kongres AS untuk melarang kendaraan China.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang bagi produsen otomotif asal China untuk membangun pabrik kendaraan di AS. Syarat utamanya, perusahaan tersebut wajib menyerap tenaga kerja lokal dalam seluruh kegiatan produksinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Jumat (11/9/2026) dalam wawancara program The Ingraham Angle di Fox News.

“Jika China ingin datang dan membuka pabrik untuk membuat mobil mereka di sini, saya baik-baik saja dengan itu,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Trump menegaskan bahwa produsen otomotif asal Jepang sudah lebih dulu menerapkan skema serupa di AS. Keberadaan pabrik asing dinilai positif selama membuka lapangan kerja bagi warga lokal.

Namun, Trump menolak tegas masuknya mobil rakitan pabrik China di Meksiko ke pasar domestik AS. Sikap ini ia ambil di tengah gelombang penentangan dari para pembuat undang-undang dan produsen mobil AS.

  1. 1. Trump menyiapkan pertemuan dengan Presiden China

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) sempat berbincang dalam pertemuan puncak G20 di Buenos Aires, menjelang makan malam kerja antara delegasi Amerika Serikat dan China.
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) sempat berbincang dalam pertemuan puncak G20 di Buenos Aires, menjelang makan malam kerja antara delegasi Amerika Serikat dan China. (Dan Scavino, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Sikap terbuka Trump mengemuka menjelang pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Washington dalam dua minggu ke depan. Pemimpin China tersebut diperkirakan memboyong delegasi bisnis berskala besar dalam kunjungan resmi ini, dilansir Reuters.

    Pertemuan bilateral ini menjadi agenda penting dalam pembahasan hubungan ekonomi kedua negara. Trump juga memamerkan kedekatan hubungannya dengan Xi menjelang KTT bilateral tersebut.

    Sebelumnya, Senator AS Elissa Slotkin menuding ada rumor soal rencana pengizinan penjualan mobil China sebagai bagian dari kesepakatan dagang. Dilansir NBC News, Trump langsung membantah tudingan itu dan menyebutnya sebagai rumor yang sepenuhnya palsu.

    Trump juga menilai isu intelijen kedua negara tidak menghalangi komunikasi bilateral mereka.

    "Orang-orang berkata, 'Oh, dia memata-matai kita.' Yah, kita juga memata-matai dia," ujar Trump, dikutip The Hill.

  2. 2. Aturan kendaraan China saat ini

    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)

    Sikap terbuka Trump ini berbanding terbalik dengan pembatasan ketat yang diberlakukan pemerintahan sebelumnya. Kebijakan eks Presiden Joe Biden pada awal 2025 secara efektif melarang produsen China menjual maupun memproduksi kendaraan penumpang di AS.

    Selain membendung operasional manufaktur, pemerintah AS juga masih menerapkan tarif masuk lebih dari 100 persen untuk kendaraan listrik asal China. Aturan ini diberlakukan demi menekan laju ekspansi mobil listrik murah di pasar domestik.

  3. 3. Industri otomotif AS mendorong larangan kendaraan China

    ilustrasi undang-undang AS
    ilustrasi undang-undang AS (pexels.com/Tara Winstead)

    Langkah Trump berseberangan dengan desakan Aliansi Inovasi Otomotif (AAI) yang menginginkan penutupan akses pasar secara permanen. CEO AAI John Bozzella meminta Kongres AS segera mengesahkan undang-undang pelarangan total kendaraan China atas alasan keamanan nasional.

    Sikap tegas pelaku industri ini sejalan dengan Komite Perdagangan, Sains, dan Transportasi Senat yang menyetujui rancangan undang-undang pembatasan kepemilikan saham China maksimal 15 persen. Dewan Perwakilan Rakyat AS juga mengajukan rancangan serupa untuk melarang impor, manufaktur, hingga penjualan kendaraan terhubung dari negara yang dianggap musuh asing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More