Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sinyal The Fed Naikkan Suku Bunga Makin Kuat, Dolar AS Bekuk Rupiah
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka melemah 17 poin ke Rp17.933 per dolar AS pada Jumat pagi, setelah sehari sebelumnya ditutup turun 98 poin ke Rp17.916.

  • Analis Lukman Leong menilai kenaikan indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS dipicu prospek The Fed menaikkan Fed Fund Rate pada Oktober.

  • Pelemahan rupiah diperkirakan tertahan oleh harapan kesepakatan AS-Iran dan turunnya harga minyak mentah, dengan kisaran perdagangan Rp17.850-Rp18.000.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Jumat (25/9/2026).

Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah 17 poin atau 0,09 persen ke Rp17.933 per dolar AS. Kemarin, Kamis (24/9), rupiah ditutup melemah 98 poin atau 0,55 persen ke Rp17.916 per dolar AS.

1. Pergerakan rupiah hari ini

Pada ke-15 menit perdagangan, kurs rupiah masih melemah 11 poin atau 0,06 persen ke Rp17.927 per dolar AS.

Namun, menurut data Trading Economics, pada pukul 09.25 WIB, rupiah masih menguat sebesar 0,32 persen ke Rp17.929,3 per dolar AS.

2. The Fed diramal naikkan suku bunga acuan

Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, penguatan rupiah didorong oleh sentimen positif pelaku pasar terhadap dolar AS, seiringan dengan sinyal kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate(FFR) makin kuat.

“Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS, dengan indeks dolar dan imbal hail obligasi AS yg terus menanjak oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga oleh the Fed di bulan Oktober, menyusul pidato hawkish beberapa pejabat the Fed semalam,” tutur Lukman kepada IDN Times.

3. Prediksi pergerakan rupiah hari ini

Meski begitu, Lukman memprediksi pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih bisa ditahan, sembari menanti kesepakatan antara Iran dan AS yang bisa berpengaruh besar pada pergerakan harga minyak dunia.

“Namun harapan kesepaktan AS-Iran dan harga minyak mentah dunia yang turun di pagi ini bisa menahan perlemahan yang lebih besar. Range Rp17.850-18.000,” ucap Lukman

Curated For You

Editorial Team

Related Article