Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Stimulus Semester II Senilai Rp26,34 T Resmi Dikucurkan, Apa Saja?
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto umumkan kebijakan stimulus semester II-2026. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah resmi mengucurkan stimulus ekonomi Rp26,34 triliun untuk semester II-2026 guna menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.
  • Stimulus mencakup insentif pajak penulis, diskon transportasi, serta pembebasan bea masuk impor LPG, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat.
  • Anggaran juga dialokasikan untuk program magang dan vokasi senilai Rp6,26 triliun serta bantuan pangan beras dan subsidi kedelai bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah resmi mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global yang bersumber dari ketegangan di Selat Hormuz, Timur Tengah.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, total stimulus yang dialokasikan pemerintah untuk semester II-2026 terdiri dari insentif transportasi Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta porsi terbesar untuk bantuan pangan Rp18,04 triliun.

"Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).

1. Insentif pajak penulis, diskon transportasi hingga pajak impor 0 persen

Infografis Stimulus ekonomi semester II-2026. (IDN Times/Mardya Shakti)

Dalam pilar kebijakan stimulus dan insentif, pertama, pemerintah menetapkan tarif khusus PPh final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional. Kebijakan itu memotong aturan lama yang menetapkan tarif rata-rata 5 sampai 35 persen, sekaligus merealisasikan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.

Kedua, untuk memacu mobilitas warga, Prabowo menginstruksikan pemberian diskon transportasi kereta api, kapal Pelni, dan penyeberangan ASDP selama masa libur sekolah serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ketiga, kebijakan itu juga dilengkapi dengan insentif subsidi penuh PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama kedua musim liburan tersebut.

Keempat, guna mengantisipasi dampak situasi global, pemerintah turut membebaskan bea masuk atau menetapkan tarif 0 persen untuk impor liquefied petroleum gas (LPG) bagi industri petrokimia serta impor bahan baku plastik.

"Kemudian juga pemerintah mengharapkan dengan adanya bahan baku plastik yang nol ini juga akan membantu terkait dengan inflasi, terutama hampir seluruh packaging makanan dibungkus dengan plastik, sambil kita menunggu perkembangan daripada situasi," ujar Airlangga.

Selain itu, pemerintah menghapus bea masuk impor suku cadang pesawat menjadi 0 persen demi menguatkan daya saing industri penerbangan serta industri bengkel pesawat atau MRO di dalam negeri.

2. Pemerintah genjot program magang dan vokasi

Infografis Stimulus ekonomi semester II-2026. (IDN Times/Mardya Shakti)

Stimulus kelima dan keenam untuk program magang dan vokasi. Pemerintah juga memastikan keberlanjutan program magang dan pelatihan vokasi pada paruh kedua tahun ini. Melalui total anggaran Rp6,26 triliun, program magang dialokasikan sebesar Rp4,14 triliun untuk menyasar 150 ribu peserta mulai Juli.

Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp2,12 triliun diarahkan untuk program pelatihan vokasi. Kebijakan ini akan difokuskan secara khusus untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan bagi 220 ribu lulusan SMK serta 50 ribu pekerja yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Tentunya program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua, di semester kedua, sehingga ini bisa menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat," tutur Airlangga.

3. Bantuan pangan dan subsidi kedelai

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas)

Stimulus berikutnya pada sektor pangan, di mana pemerintah melanjutkan program bantuan pangan beras 10 kg untuk periode tiga bulan ke depan, yakni Juli, Agustus, dan September. Program ditargetkan menyentuh 33,24 juta penerima manfaat dengan kebutuhan anggaran operasional dasar mencapai Rp17,54 triliun.

Selain bantuan beras, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp500 miliar untuk menjalankan program Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai bagi perajin tahu dan tempe.

Pemerintah menyiapkan subsidi Rp2.000 per kg dengan kuota 250 ribu ton dari total kebutuhan tahunan nasional yang mencapai 2,5 juta ton. Subsidi itu nantinya akan dikucurkan khusus bagi wilayah yang harga kedelainya sudah melampaui harga acuan pembelian yang ditetapkan pemerintah.

"Ini sudah dirapatkan dengan Menko Pangan, dan Menko Pangan sudah bersurat ke tempat kami di Menko Perekonomian, dan ini kami sudah bahas secara lintas kementerian dan juga sudah mendapatkan arahan dari Bapak Presiden," kata Airlangga.

Editorial Team

Related Article