Gratis ongkir sering terasa seperti keuntungan sederhana yang membuat belanja terasa lebih hemat. Namun, ketika promo tersebut baru berlaku setelah pembeli mencapai minimum belanja tertentu, ada strategi bisnis yang bekerja di baliknya. Syarat tersebut dirancang bukan sekadar untuk menanggung biaya pengiriman, tetapi juga dapat memengaruhi cara konsumen menentukan jumlah barang dalam satu transaksi.
Strategi ini semakin umum ditemukan dalam perdagangan elektronik karena mampu mempertemukan kepentingan pembeli dan penjual dalam satu penawaran yang menarik. Pembeli memperoleh kesempatan menghemat ongkos kirim, sedangkan bisnis dapat mendorong nilai transaksi tanpa harus menawarkan potongan harga pada seluruh produk. Jadi, daripada sekadar tergoda tulisan "gratis ongkir", yuk pahami strategi bisnis yang tersembunyi di balik minimum belanja tersebut.
