Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat mulai menjadi tantangan bagi perusahaan yang ingin mencari pendanaan melalui pasar modal. Biaya pinjaman yang lebih mahal dapat membuat rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dan merger serta akuisisi (M&A) semakin sulit direalisasikan. Kondisi ini terlihat ketika sejumlah perusahaan menunda rencana pencatatan saham, sementara aktivitas transaksi merger global melambat pada kuartal III 2026.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena bisnis perbankan investasi Wall Street sempat menikmati lonjakan aktivitas transaksi pada paruh pertama tahun ini. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi dan perubahan kondisi pasar membuat perusahaan harus mempertimbangkan kembali biaya serta valuasi transaksi. Ada beberapa alasan mengapa suku bunga tinggi dapat menghambat aktivitas IPO dan merger perusahaan.
