Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kendala Pasokan Listrik, Microsoft Mundur dari Proyek AI di Inggris

4 min read
Kendala Pasokan Listrik, Microsoft Mundur dari Proyek AI di Inggris
ilustrasi logo Microsoft (pexels.com/Angel Bena)
  • Microsoft mundur dari proyek pusat data AI Nscale di Loughton, Essex, karena pasokan listrik dinilai tidak memadai; Nscale kehilangan calon penyewa utama yang sebelumnya diumumkan.
  • UK Power Networks menyatakan daya memadai bagi fasilitas itu baru tersedia pada awal atau pertengahan 2030-an, sehingga Nscale menelusuri opsi pembangkit listrik sendiri dan percepatan sambungan.
  • Kehilangan Microsoft berpotensi mengganggu rencana IPO Nscale di Wall Street bervaluasi 35 miliar dolar AS, meski perusahaan menegaskan komitmen pada Loughton dan kontrak lain tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Proyek pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) berskala besar milik perusahaan Inggris, Nscale, di Loughton, Essex, Inggris, mengalami kemunduran baru setelah Microsoft memutuskan mundur dari kesepakatannya. Langkah tersebut diambil oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu akibat adanya kekhawatiran terkait ketersediaan pasokan listrik.

Dilansir The Guardian, proyek yang diumumkan pada 2025 itu sebelumnya digadang-gadang oleh menteri-menteri pemerintah Inggris sebagai pusat data AI terbesar di negara tersebut dan direncanakan dibuka pada tahun depan. Mundurnya Microsoft membuat Nscale kehilangan calon penyewa utama sekaligus satu-satunya pelanggan publik yang pernah diumumkan untuk fasilitas di Essex tersebut.

  1. 1. Pasokan listrik tidak memadai hingga pertengahan 2030-an

    ilustrasi pembangkit listrik
    ilustrasi pembangkit listrik (unsplash.com/Nopparuj Lamaikul)

    Kekhawatiran mengenai ketersediaan daya kian menguat setelah pada awal Oktober 2026 terungkap bahwa operator jaringan listrik wilayah London dan tenggara Inggris, UK Power Networks (UKPN), telah memberi tahu Nscale perihal kendala pasokan listrik. UKPN menyatakan pihaknya tidak akan mampu memasok daya listrik yang memadai untuk pusat data Loughton hingga awal atau pertengahan 2030-an.

    Kendala pasokan listrik tersebut membuat proyek menghadapi masa tunggu yang lama sebelum dapat beroperasi. Kegagalan menemukan solusi cepat atas kendala pasokan listrik ini menggarisbawahi bagaimana persoalan energi telah menjadi penghambat bagi pengembangan pusat data.

    Sebelumnya, keraguan terhadap proyek ini telah mencuat setelah The Guardian pada Maret 2026 mengungkap bahwa lokasi tersebut masih berupa tempat penyimpanan perancah yang beroperasi. Lokasi penyimpanan perancah tersebut kini telah dibersihkan oleh Nscale, dan perusahaan sedang menyelidiki apakah mereka dapat menghasilkan listrik sendiri di lokasi serta mempercepat proses penyambungan daya.

  2. 2. Rencana penawaran saham perdana Nscale di Wall Street terancam

    ilustrasi pasar saham
    ilustrasi pasar saham (pexels.com/Pixabay)

    Kehilangan penyewa utama untuk proyek Loughton dapat merusak ambisi Nscale untuk melantai di bursa Wall Street tahun ini dengan potensi valuasi sebesar 35 miliar dolar AS atau setara Rp631,33 triliun (kurs Rp18.038). Berakhirnya kesepakatan dengan Microsoft di Essex pertama kali dilaporkan oleh The Telegraph, meski Microsoft dipahami masih bertahan untuk proyek Nscale lainnya di Norwegia.

    Nscale, yang didukung perusahaan teknologi termasuk Nvidia, telah memosisikan dirinya sebagai penyedia pusat data "berdaulat" Inggris. Mantan Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg dan mantan Chief Operating Officer Meta Sheryl Sandberg tercatat sebagai anggota dewan direksi di Nscale. Clegg sendiri memiliki 0,25 persen saham yang dapat bernilai 88 juta dolar AS atau setara Rp1,59 triliun jika perusahaan melantai pada valuasi 35 miliar dolar AS tersebut.

    Kini muncul kekhawatiran yang kian membesar bahwa perusahaan neocloud dapat menjadi titik rentan dalam ekonomi AI yang lebih luas, terutama saat penundaan menumpuk di antara mitra-mitranya. Didorong oleh harapan transformasi ekonomi, banyak pihak mengambil utang yang kian berisiko, termasuk perusahaan-perusahaan yang vital bagi lonjakan AI, dan kerentanan ini dapat menjadi sorotan lebih tajam jika Nscale menunda penawaran umum perdana di New York.

  3. 3. Nscale telusuri sumber energi alternatif untuk proyek di Loughton

    ilustrasi data center AI
    ilustrasi data center AI (pexels.com/Brett Sayles)

    Pemerintah Keir Starmer sebelumnya menyoroti proyek Loughton saat mengumumkan strategi AI Inggris pada 2025 dan menggambarkannya sebagai "pusat data AI berdaulat terbesar di Inggris". Proposal pemerintah untuk memanfaatkan teknologi berfokus pada dua perusahaan yang didukung Nvidia, yaitu Nscale yang berbasis di London dan perusahaan asal Amerika Serikat, CoreWeave.

    Data resmi menunjukkan investasi di bidang AI termasuk faktor yang membantu ekonomi Inggris melampaui proyeksi pelemahan pertumbuhan ekonomi tahun ini saat perang di Timur Tengah mengguncang aktivitas bisnis global. Hubungan erat dengan Nvidia membuat Nscale dan CoreWeave dipilih sebagai pemain kunci dalam dorongan AI berdaulat Inggris di bawah pemerintahan Starmer.

    Juru bicara Nscale menyatakan pihaknya tetap berkomitmen terhadap proyek tersebut serta kelanjutan hubungan bisnis mereka dengan Microsoft. "Kami tetap berkomitmen pada proyek Loughton dan Inggris, dan kami sedang menjajaki sumber energi alternatif untuk lokasi tersebut, selain lokasi ekspansi lainnya di Inggris," ujar juru bicara Nscale.

    Ia menambahkan, "Hubungan kami dengan Microsoft tetap kuat dan berjangka panjang, dan masalah jaringan listrik di seluruh London yang disayangkan ini tidak berdampak pada kontrak kami yang lain."

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More