Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Summarecon Alihkan Fokus Investasi di IKN, Jadi Bangun Sekolah

Direktur Utama Summarecon, Adrianto P Adhi (IDN Times)
Direktur Utama Summarecon, Adrianto P Adhi (IDN Times)
Intinya sih...
  • Proyek KPBU tidak berjalan mudah, karena persyaratan yang ketat dan proses pembayaran dari APBN.
  • SMRA mengalihkan fokus investasi ke pembangunan Sekolah Islam Al Azhar di IKN.
  • Summarecon tetap mempertahankan investasinya di IKN namun hanya mengalihkan fokusnya ke proyek lain.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalihkan fokus investasinya di Ibu Kota Negara (IKN), dari yang awalnya ikut terlibat dalam proyek pembangunan hunian ASN jadi banting setir ke proyek pembangunan sekolah.

Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P Adhi menjelaskan, perseroan dulunya adalah salah satu investor pionir di IKN bersama dengan China dan Korea. Saat itu, Summarecon ikut dalam proyek hunian ASN dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Dulu memang kami itu investor pertama di IKN, bersama Korea dan China, tapi waktu itu kita masuk ke KPBU, hunian tower untuk PNS," ujar Adrianto saat ditemui usai menjadi pembicara dalam Indonesia Summit 2025 di Tribrata Hotel, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

1. Proyek skema KPBU tidak berjalan mudah

WhatsApp Image 2025-08-19 at 12.04.58.jpeg
Foto kawasan Rusun ASN 4 di KIPP IKN. (IDN Times/Erik Alfian)

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Adrianto menyadari bahwa realisasi proyek berstatus KPBU tidaklah mudah. Hal tersebut lantaran pembangunannya disokong oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga persyaratannya sangat ketat.

"Saya melihat bahwa proses KPBU itu ternyata gak gampang. Saya tidak menyalahkan pemerintah karena itu akan menggunakan duit APBN kan. Walaupun kita akan dibayar sebagai availability payment (AP), tapi kan APBN, prosesnya ketat," ujar Adrianto.

Adrianto pun menjelaskan, dalam skema KPBU pada dasarnya pihak swasta tidak perlu membeli tanah dan hanya fokus pada pembangunan infrastrukturnya. Ketika proses pembangunan berjalan, maka pemerintah akan membayar swasta lewat skema AP tersebut.

"Padahal kami itu juga pengen segera ada realisasi," kata dia singkat.

2. SMRA alihkan fokus bangun sekolah

Simbolis cat tembok.jpg
Simbolis cat tembok (Dok. Summarecon)

Hal tersebut yang kemudian membuat Summarecon mengalihkan fokus investasinya di IKN, dari hunian untuk ASN ke pembangunan Sekolah Islam Al Azhar melalui skema lain.

Adrianto menjelaskan, pihaknya mendukung pembangunan sekolah tersebut dengan membeli tanah di IKN dan kemudian membangun infrastruktur untuk sekolah. Adapun prosesi peletakan batu pertama alias groundbreaking dilakukan sebelum akhir masa jabatan Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo.

"Kita switch ke sekolah Al-Azhar. Kita beli tanah, kita bangun sekolah, dan ternyata sebelum Pak Jokowi masa jabatannya selesai, kami bersama-sama Pak Jokowi, kita melakukan groundbreaking,"ujar Adrianto.

3. Summarecon tegaskan tidak cabut investasi dari IKN

WhatsApp Image 2025-08-19 at 12.07.35.jpeg
Pengunjung melintas di depan Istana Negara KIPP IKN. (IDN Times/Erik Alfian)

Sejalan dengan itu, Adrianto menegaskan pihaknya tidak mencabut investasi dari IKN, melainkan hanya mengalihkan fokus investasinya ke proyek lain. Adrianto pun enggan menjelaskan lebih detil terkait kelanjutan proyek KPBU hunian ASN yang awalnya digarap oleh Summarecon.

"Bukan batal, tapi mungkin sudah dikerjain orang lain karena kami memang switch. Bukan batal, tapi kami switch," ujar Adrianto.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us