Dunia kerja sedang mengalami perubahan besar, terutama sejak pandemi mengubah cara banyak orang memandang karier, keseimbangan hidup, dan makna kesuksesan. Jika generasi sebelumnya cenderung menempatkan stabilitas pekerjaan sebagai prioritas utama, generasi muda saat ini memiliki pandangan yang berbeda. Mereka tidak lagi melihat pekerjaan hanya sebagai sumber penghasilan, tetapi juga sebagai bagian dari kualitas hidup secara keseluruhan.
Sebuah survei global menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja berusia 18 hingga 24 tahun atau yang termasuk dalam generasi Z bersedia meninggalkan pekerjaan yang menghalangi mereka menikmati kehidupan pribadi. Bahkan, sekitar 40 persen responden dalam kelompok usia tersebut mengaku lebih memilih menganggur daripada bertahan di pekerjaan yang membuat mereka tidak bahagia. Temuan ini menggambarkan perubahan besar dalam ekspektasi tenaga kerja modern, yang semakin menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
