Swiss Jamin Uang Tunai dalam Konstitusi agar Tidak Punah

- Rakyat Swiss menyetujui amandemen konstitusi untuk menjamin ketersediaan uang tunai, dengan 73,42 persen suara mendukung agar franc Swiss tetap menjadi alat pembayaran sah di seluruh negeri.
- Usulan alternatif “Uang Tunai adalah Kebebasan” ditolak mayoritas warga karena dinilai terlalu kaku, sementara pemerintah dianggap lebih realistis dalam menjaga keberadaan uang fisik di era digital.
- Tingkat partisipasi pemungutan suara mencapai 55,37 persen, menandakan kepedulian tinggi masyarakat terhadap privasi dan kebebasan finansial di tengah meningkatnya dominasi sistem pembayaran digital.
Jakarta, IDN Times - Rakyat Swiss secara resmi telah menyetujui hasil pemungutan suara nasional untuk melindungi penggunaan uang tunai dalam sistem ekonomi mereka, pada Minggu (8/3/2026). Langkah besar ini bertujuan untuk memasukkan jaminan ketersediaan uang fisik secara jelas ke dalam konstitusi atau undang-undang dasar negara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertahanan masyarakat terhadap kemajuan teknologi digital yang mulai mengancam keberadaan uang tradisional.
Hasil akhir perhitungan suara menunjukkan bahwa mayoritas warga dan wilayah di Swiss memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah tersebut. Keputusan ini diambil karena adanya kekhawatiran masyarakat akan hilangnya privasi keuangan dan keamanan transaksi saat terjadi krisis. Selain itu, warga ingin memastikan bahwa semua orang, termasuk mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi, tetap bisa mendapatkan layanan keuangan dengan mudah.
1. Rakyat Swiss setuju uang tunai tetap dijamin UU

Rakyat Swiss memberikan dukungan besar dalam pemungutan suara nasional untuk memastikan uang tunai tetap tersedia selamanya. Sebanyak 73,42 persen atau lebih dari 2,1 juta pemilih setuju untuk memasukkan aturan mengenai ketersediaan uang tunai ke dalam Pasal 99 Undang-Undang Dasar Swiss. Dengan hasil ini, Bank Nasional Swiss kini memiliki tugas resmi untuk selalu menjamin pasokan uang tunai yang cukup dan menetapkan franc Swiss sebagai mata uang sah negara.
Dukungan ini terlihat merata di 26 wilayah Swiss. Wilayah Waadt mencatat dukungan tertinggi sebesar 77,52 persen, diikuti oleh Zürich sebesar 76,96 persen, dan wilayah Jura dengan dukungan sebesar 62,75 persen. Hasil ini menunjukkan adanya kesepakatan kuat antara warga di kota besar maupun di pedesaan untuk tetap mempertahankan hak mereka dalam menggunakan koin dan uang kertas di masa depan.
Menteri Keuangan Swiss, Karin Keller-Sutter, menyampaikan bahwa pemerintah menghargai keputusan ini demi menjaga kepastian hukum. Keputusan bersejarah ini diambil karena masyarakat Swiss sangat menghargai uang tunai sebagai alat pembayaran yang aman, terutama saat terjadi masalah teknologi atau krisis ekonomi. Sebagai tindak lanjut, pemerintah kini wajib memastikan sarana pembayaran seperti mesin ATM dan layanan kantor bank tetap tersedia luas di berbagai tempat.
2. Warga Swiss resmi tolak inisiatif "Uang Tunai adalah Kebebasan"

Berbeda dengan keberhasilan rencana pemerintah, usulan dari kelompok masyarakat yang lebih keras berjudul "Uang Tunai adalah Kebebasan" akhirnya resmi ditolak oleh mayoritas warga Swiss. Usulan ini hanya mendapatkan dukungan sebesar 45,58 persen atau sekitar 1,3 juta suara. Kelompok pendukungnya merasa khawatir bahwa jika uang tunai dihapus, pemerintah bisa mengawasi semua transaksi warga secara berlebihan. Namun, pemerintah menilai aturan yang mereka ajukan terlalu kaku dan justru bisa menyulitkan kerja Bank Nasional Swiss di masa depan.
Penolakan besar terhadap usulan ini terlihat jelas di berbagai kota besar yang padat penduduk. Di wilayah Zürich, sebanyak 59,09 persen warga memilih untuk menolak, diikuti oleh wilayah Bern dengan 57,01 persen, serta Basel-Stadt dengan 62,35 persen. Meskipun beberapa daerah kecil sempat memberikan dukungan, sebagian besar masyarakat Swiss tampaknya lebih memilih cara pemerintah yang lebih tenang dan mudah dijalankan dibandingkan usulan kelompok tersebut yang juga dikenal sering mengkritik kebijakan vaksin dan teknologi internet 5G.
Menteri Keuangan Swiss, Karin Keller-Sutter, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga keberadaan uang fisik dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang lebih tepat. Pada akhirnya, rakyat Swiss lebih mempercayai lembaga resmi negara untuk menjamin agar uang kertas dan koin tidak digantikan sepenuhnya oleh sistem digital yang dikendalikan penuh oleh pemerintah.
3. Partisipasi 55,37 persen jadi bukti kepedulian warga Swiss pada uang tunai

Pemungutan suara nasional di Swiss mencatat tingkat kehadiran warga yang cukup tinggi, yakni sebesar 55,37 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Swiss sangat peduli terhadap masa depan uang tunai di tengah maraknya sistem pembayaran digital. Meski saat ini banyak orang mulai terbiasa menggunakan kartu atau aplikasi untuk membayar, warga Swiss secara umum tetap menganggap uang fisik sebagai simbol kebebasan dan privasi yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun.
Dalam pemungutan suara kali ini, terdapat perbedaan tingkat partisipasi di beberapa wilayah. Daerah Schaffhausen mencatatkan kehadiran tertinggi sebesar 71,94 persen, sementara daerah Jura menjadi yang terendah dengan 46,57 persen.
Menteri Keuangan Swiss, Karin Keller-Sutter, menyampaikan dukungannya terhadap hasil ini demi menjaga kenyamanan warga dalam bertransaksi. Dengan hasil ini, Swiss kini secara resmi memiliki aturan hukum yang kuat untuk menjamin bahwa uang tunai tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ketika dunia internasional mulai beralih sepenuhnya ke sistem digital.



















