7 Perbedaan Uang Elektronik dan Dompet Digital yang Utama

- Uang elektronik menyimpan nilai uang dalam chip berbasis kartu, sedangkan dompet digital berbentuk aplikasi server-based yang terhubung dengan internet untuk transaksi nontunai.
- E-money umumnya digunakan untuk transaksi offline seperti tol dan transportasi, sementara e-wallet lebih fleksibel untuk pembayaran online, tagihan, hingga pembelian digital.
- Batas saldo e-money maksimal Rp1 juta tanpa fitur keamanan khusus, sedangkan e-wallet bisa mencapai Rp20 juta dengan perlindungan PIN atau biometrik yang lebih aman.
Jakarta, IDN Times - Keberadaan alat pembayaran di Indonesia yang semakin beragam, sejalan dengan pertumbuhan digitalisasi saat ini. Ada 2 jenis alat pembayaran yang kini hadir di tengah masyarakat, yaitu uang elektronik (e-money) dan dompet digital (e-wallet).
Baik e-money maupun e-wallet sama-sama memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi nontunai. Namun, tahukah kamu bahwa kedua jenis alat pembayaran tersebut ternyata berbeda?
Supaya tidak bingung membedakannya, kenali lebih dulu pengertian serta perbedaan uang elektronik dan dompet digital di bawah ini!
Table of Content
1. Definisi uang elektronik dan dompet digital

Melansir laman resmi Bank Indonesia (BI), uang elektronik didefinisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk elektronik, di mana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu. Penggunanya harus menyetorkan uangnya terlebih dahulu kepada penerbit dan disimpan dalam media elektronik sebelum menggunakannya untuk keperluan bertransaksi.
Singkatnya, uang elektronik adalah jenis alat pembayaran yang nilai uangnya tersimpan dalam bentuk elektronik. Sementara itu, dompet digital merupakan sebuah aplikasi elektronik berisikan fasilitas yang memungkinkan penggunanya melakukan transaksi nontunai atas pembelian barang atau jasa.
Sebagaimana juga dikutip dari situs resmi BI, dompet digital adalah layanan elektronik untuk menyimpan data instrumen pembayaran seperti alat pembayaran dengan menggunakan kartu dan uang elektronik, yang dapat menampung dana untuk melakukan pembayaran.
2. Perbedaan bentuk tampilan

Uang elektronik dan dompet digital dapat dengan mudah diketahui perbedaannya dari bentuk tampilan masing-masing alat pembayaran itu.
Menurut situs resmi Danamon, tampilan e-money dijelaskan berbentuk chip yang ditanam pada kartu atau media lain. Dengan kata lain, e-money menggunakan chip based. Sedangkan, dompet digital atau e-wallet berbentuk uang elektronik yang berada di server atau dengan kata lain server based. Jadi, dalam penggunaannya harus tekoneksi terlebih dahulu dengan server penerbit.
Contoh dari e-money, yaitu BRIZZI BRI, Flazz BCA, Danamon Flazz, dan Mandiri e-money. Sedangkan, contoh dari e-wallet, misalnya OVO, Shopeepay, DANA, Gopay, LinkAja, dan sebagainya.
3. Kegunaan

Umumnya, e-money bisa digunakan untuk transaksi sehari-hari. Misalnya, bayar parkir, bayar tol, berbelanja di minimarket atau supermarket, naik transportasi umum, hingga tiket masuk ke objek wisata.
Adapun, e-wallet memiliki kegunaan yang lebih beragam daripada e-money dan dapat digunakan di hampir semua jenis transaksi. Contohnya, transaksi di berbagai merchant, belanja online, naik transportasi umum, membayar token listrik, tagihan BPJS, tagihan TV kabel, isi pulsa serta paket data, dan lain sebagainya.
4. Jumlah saldo maksimal

Perbedaan selanjutnya terdapat pada jumlah saldo maksimal yang dapat disimpan di kedua alat pembayaran tersebut.
Pada dompet digital atau e-money, limit saldonya sebesar Rp1 juta. Artinya, kamu perlu mengisi ulang kembali saldo jika ingin melakukan lebih banyak transaksi.
Sementara itu, limit saldo e-wallet sebelumnya sebesar Rp10 juta. Namun per 1 Juli 2022, limit saldonya dinaikkan menjadi Rp20 juta.
5. Pengisian saldo

Pada uang elektronik, kamu hanya bisa mengisi saldo melalui ATM penerbit e-money, aplikasi e-commerce, dan minimarket.
Sedangkan, pengisian saldo e-wallet lebih bervariasi. Kamu bisa melakukan top up saldo di ATM apapun, mobile banking, minimarket, bahkan dari sesama pengguna e-wallet.
Terlebih lagi, bila kamu menggunakan e-wallet Gopay, kamu bisa meminta driver untuk melakukan isi ulang saldo Gopay mu.
6. Sasaran pengguna

Sebenarnya, e-money dan e-wallet sama-sama digunakan untuk bertransaksi. Bedanya, e-money banyak digunakan untuk keperluan transaksi offline seperti di merchant atau saat menggunakan transportasi umum seperti KRL, Transjakarta, dan MRT.
Di sisi lain, e-wallet lebih banyak digunakan untuk transaksi online, seperti belanja online, bayar tagihan listrik dan air, hingga isi pulsa dan paket data.
7. Keamanan

Perbedaan terakhir terletak dari sisi keamanan. Karena berbentuk kartu, e-money tidak memiliki fitur keamanan. Hal itu menyebabkan e-money bisa dengan mudah digunakan oleh orang lain.
Sementara itu, e-wallet memiliki fitur keamanan berupa aktivasi nomor ponsel pengguna serta pin atau biometrik lain yang lebih aman. Sehingga, bila ponsel mu hilang, orang lain tidak akan bisa menggunakan saldo e-wallet mu.
Bahkan, beberapa e-wallet juga memberikan jaminan pengembalian saldo jika ponsel mu hilang dan disalahgunakan.
FAQ seputar Perbedaan Uang Elektronik dan Dompet Digital
| Apa perbedaan utama uang elektronik dan dompet digital? | Uang elektronik adalah alat pembayaran dengan nilai uang yang tersimpan dalam media elektronik seperti kartu atau chip, sedangkan dompet digital adalah aplikasi yang dapat menyimpan berbagai metode pembayaran dan digunakan untuk transaksi secara online maupun offline. |
| Apa perbedaan dari segi bentuk penggunaannya? | Uang elektronik umumnya berbentuk kartu fisik yang menggunakan chip, sedangkan dompet digital berbentuk aplikasi yang berbasis server dan digunakan melalui smartphone. |
| Mana yang lebih fleksibel untuk transaksi? | Dompet digital lebih fleksibel karena bisa digunakan untuk berbagai transaksi seperti belanja online, bayar tagihan, hingga isi pulsa. Sementara uang elektronik lebih sering digunakan untuk transaksi offline seperti tol atau transportasi umum. |
| Apakah ada perbedaan batas saldo? | Ya, uang elektronik biasanya memiliki batas saldo lebih kecil, sekitar Rp1 juta, sedangkan dompet digital bisa menyimpan saldo hingga Rp20 juta tergantung jenis akun. |
| Mana yang lebih aman digunakan? | Dompet digital cenderung lebih aman karena dilengkapi fitur keamanan seperti PIN atau biometrik. Sementara uang elektronik yang berbentuk kartu bisa digunakan oleh siapa saja jika hilang. |


















