Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tensi Timur Tengah Memanas, Rupiah Makin Nyungsep ke Rp17.856
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah ke Rp17.856 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis, turun 0,31 persen setelah libur Idul Adha.
  • Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh serangan militer terbaru Amerika Serikat ke Iran yang memicu kekhawatiran pasar global.
  • Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis rupiah akan menguat kembali pada Juli–Agustus 2026 berkat penguatan kebijakan moneter dan kenaikan BI Rate menjadi 5,25 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan dalam mengawali perdagangan Kamis (28/5/2026) setelah sempat melewati libur Idul Adha.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.13 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah 55,50 poin atau sekitar 0,31 persen ke level Rp17.856 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

1. Serangan baru AS ke Iran bikin rupiah tertekan

Pengamat pasar uang, Lukman Leong, memperkirakan nilai tukar rupiah akan melanjutkan tren pelemahan sepanjang hari ini, sebagai respons langsung dari pelaku pasar global menyusul adanya laporan mengenai penyerangan militer terbaru yang diluncurkan oleh AS ke Iran.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," kata Lukman.

2. Proyeksi pergerakan kurs rupiah hari ini

Melihat dinamika pasar global yang bergejolak, Lukman memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di dalam rentang antara Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS.

3. BI yakin rupiah menguat Juli-Agustus 2026

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, optimistis rupiah bakal kembali stabil dan menguat pada Juli hingga Agustus 2026. Perry mengatakan keyakinan tersebut didorong oleh penguatan kebijakan moneter BI, termasuk kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. BI Rate merupakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang digunakan untuk menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.

"Insya Allah nanti di Juli, Agustus itu rupiah akan menguat. Kami sudah menjelaskan kenapa rupiah selama ini mengalami tekanan. Dalam berbagai kesempatan saya sampaikan bahwa nilai tukar rupiah saat ini sebenarnya masih undervalued," ujar Perry dalam Konferensi Pers RDG, Rabu (20/5/2026).

Editorial Team

Related Article