Peak season Ramadan selalu identik dengan lonjakan pekerjaan, target penjualan yang meningkat, dan ritme kerja yang lebih cepat dari biasanya. Di satu sisi, momentum ini membawa peluang besar bagi bisnis, tetapi di sisi lain juga berpotensi memicu kelelahan fisik dan mental pada karyawan. Kombinasi beban kerja tinggi dan kondisi puasa sering membuat energi terasa lebih cepat terkuras.
Burnout saat Ramadan bukan hal sepele karena dampaknya bisa merembet ke produktivitas, suasana kerja, hingga kualitas pelayanan. Tanpa strategi yang tepat, tim bisa kehilangan fokus dan motivasi di tengah periode yang justru krusial bagi perusahaan. Oleh sebab itu, perlu pendekatan yang lebih manusiawi dan terstruktur agar performa tetap optimal tanpa mengorbankan kesehatan mental. Yuk, simak tips efektif supaya tim tetap solid dan terjaga selama peak season Ramadan!
