Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tomi Wijaya: 17 Tahun di Bulog, Gawangi Komunikasi dengan Transparansi
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya. (dok. Bulog)

  • Tomi Wijaya, pegawai Bulog sejak 2009, diangkat menjadi Kepala Divisi Humas pada 17 Maret 2026 setelah meniti karier dari Jambi hingga kantor pusat.

  • Dalam memimpin humas, Tomi mengutamakan prinsip satu suara, satu pesan, dengan transparansi, verifikasi fakta, akurasi, dan pemilihan kanal komunikasi tepat saat normal maupun krisis.

  • Bulog mencatat penyerapan gabah dan beras domestik melampaui target 4 juta ton setara beras serta menyalurkan 2,7 juta ton Bantuan Pangan Beras dalam setahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menjadi sosok di balik tim komunikasi Perum Bulog, Tomi Wijaya harus siap menghadapi berbagai dinamika dalam melaksanakan penugasan stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat yang diangkat pada 17 Maret 2026 itu dalam kesehariannya bertugas untuk menjaga reputasi secara berkelanjutan, yang dibangun dengan transparansi atas kinerja perusahaan, tata kelola yang baik, serta kebermanfaatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Karena itu, dalam keseharian saya berupaya memastikan komunikasi perusahaan selalu berjalan selaras dengan kebijakan dan langkah operasional Bulog,” kata Tomi kepada IDN Times, dikutip Rabu (7/10/2026).

Tomi bukanlah sosok baru di Perum Bulog. Dia telah mengabdi pada BUMN pangan itu selama 17 tahun, sejak 22 Januari 2009. Perjalanan kariernya dimulai dari Jambi, tempat yang menjadi saksi awal perjalanan Tomi Wijaya.

1. Meniti karier sebagai Staf Divisi Regional Jambi

Perum BULOG mencatat lonjakan serapan beras yang luar biasa dalam tiga bulan pertama tahun 2025. Tercatat hingga bulan Maret ini, BULOG telah menyerap 725.513 ton beras dari petani. (Dok. Bulog)

Tomi adalah lulusan S1 Agrobisnis Universitas Jambi pada 2008. Dia kemudian mengawali kariernya di Perum Bulog pada awal 2009 sebagai Staf Divisi Regional Jambi. Satu tahun kemudian, dia berpindah posisi sebagai Staf Bidang Pelayanan Publik Divre Jambi.

Tahun 2011 menjadi awal kariernya yang terus menanjak. Pada 9 November 2011, dia diangkat menjadi Kepala Seksi Pelayanan Publik Sub Divre Kuala Tungkal Divre Jambi. Dia kemudian berganti peran menjadi Kepala Seksi Persediaan dan Perawatan Divre Jambi pada 17 Desember 2013.

Perjalanan karier Tomi di Divre Jambi berlanjut sampai 2019, dengan posisi terakhir sebagai Kepala Sub Divre Kuala Tungkal Divre Jambi.

Lalu, pada 31 Mei 2019, kariernya melesat dengan amanah baru yang diberikan, yaitu sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Kelembagaan Sekretariat Perusahaan. Dia mengemban tugas itu sampai November 2023, lalu diangkat menjadi Manajer Hubungan Masyarakat dan Kembagaan Sekretariat Perusahaan.

Sebagai pemimpin tim hubungan masyarakat (Humas), dia terus berpegang teguh pada prinsip one voice, one message. Transparansi, akurasi, dan pemilihan kanal komunikasi yang tepat selalu dijaga, terutama dalam menghadapi krisis.

“Dalam situasi normal maupun krisis, kecepatan penting, tetapi akurasi jauh lebih penting. Kami memastikan terlebih dahulu fakta dan data dari unit terkait, kemudian menentukan pesan utama serta kanal komunikasi yang paling tepat,” kata Tomi.

2. Sempat meninggalkan divisi humas untuk menjadi auditor

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya. (dok. Bulog)

Tomi yang sudah berkecimpung dalam tim humas Bulog sejak 2019, harus meninggalkan peran itu pada 7 Maret 2024. Sebab, dia diberikan amanah baru sebagai Auditor Madya Unit Internal Wilayah III kantor  pusat Satuan Pengawasan Intern.

Kemudian, pada 26 Juli 2024, dia diberikan amanah sebagai Auditor Madya Satuan Pengawasan Intern Wilayah Kantor Pusat. Namun, pada 11 Desember 2025, dia ditarik lagi ke tim humas, sebagai Manajer Hubungan Masyarakat Sekretariat Perusahaan.

Pada Maret 2026, Bulog merombak keorganisasian, di mana divisi humas dipisahkan dari Sekretariat Perusahaan, dan menjadi divisi tersendiri. Kini, Tomi mengemban tugas sebagai Kepala Divisi Humas.

Tomi mengatakan, saat ini Bulog fokus menjalankan penugasan strategis terkait upaya menjaga ketahanan pangan.

“Tahun ini menjadi momentum penting karena Bulog berhasil mencatat penyerapan gabah dan beras dalam negeri menembus target 4 juta ton setara beras, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Bulog,” tutur Tomi.

Dia juga membeberkan tugas utama Bulog saat ini menyalurkan Bantuan Pangan Beras. BUMN itu telah menyalurkan 2,7 juta ton beras untuk program tersebut, yang merupakan rekor penyaluran terbesar dalam periode 1 tahun.

“Selain itu, kami terus mengawal komunikasi terkait pengelolaan stok cadangan pangan pemerintah, penyaluran beras SPHP, serta berbagai langkah perusahaan dalam memperkuat rantai pasok pangan nasional,” ucap Tomi.

3. Keluarga dan tim jadi pendukung dalam kesehariannya

Kantor pusat Perum Bulog. (dok. Bulog)

Tomi mengatakan, dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, dia selalu mendapatkan dukungan dari keluarga. Menurutnya, dukungan yang didapat itu menjadi energi untuk dirinya menjalankan amanah dari Perum Bulog.

“Keluarga menjadi tempat saya mendapatkan keseimbangan, energi, dan dukungan secara personal,” tutur Tomi.

Dia juga menekankan besarnya peran tim di kantor, yang terus membantunya dalam melakukan monitoring, menyiapkan data, berkoordinasi dengan berbagai unit, hingga memastikan informasi tersampaikan dengan baik kepada publik.

“Saya sangat percaya bahwa pekerjaan ini bukan pekerjaan satu orang,” kata Tomi.

Ke depannya, dia mengatakan, akan terus berupaya menggawangi komunikasi Perum Bulog untuk menjembatani kinerja perusahaan dengan pemahaman dan kepercayaan publik.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya mengetahui apa yang dilakukan Bulog, tetapi juga memahami proses dan orang-orang di balik upaya menjaga ketersediaan pangan, mulai dari penyerapan hasil petani, pengelolaan di pergudangan, hingga pangan tersebut sampai kepada masyarakat,” tutur Tomi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article