Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trafik Penerbangan Lebaran Naik 4,5 Persen, Begini Strategi AirNav
Konferensi pers kesiapan pelayanan penerbangan periode Angkutan Lebaran 2026 AirNav Indonesia (dok. AirNav Indonesia)
  • AirNav Indonesia memproyeksikan kenaikan trafik penerbangan Lebaran 2026 sebesar 4,5 persen dan menyiapkan langkah operasional agar layanan navigasi tetap aman serta efisien di seluruh wilayah udara.
  • Melalui Indonesia Network Management Centre (INMC), AirNav mengoordinasikan lebih dari 2.800 fasilitas navigasi dan menugaskan ribuan petugas ATC, engineer, serta officer untuk menjaga kelancaran penerbangan nasional.
  • AirNav meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan seperti cuaca ekstrem dan balon udara liar, sambil mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga keamanan ruang udara selama periode Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - AirNav Indonesia memproyeksikan trafik penerbangan selama periode Angkutan Lebaran 2026/1447 H meningkat 4,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro mengatakan, peningkatan pergerakan penerbangan selama musim mudik telah diantisipasi melalui berbagai langkah kesiapan operasional di seluruh unit layanan navigasi penerbangan.

“AirNav Indonesia telah menyiapkan seluruh aspek operasional untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan selama periode Angkutan Lebaran dapat berjalan aman, lancar, dan efisien. Kesiapan tersebut mencakup personel operasional, fasilitas navigasi penerbangan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan,” tutur Setio dalam konferensi pers, dikutip Selasa (17/3/2026).

1. AirNav Indonesia operasikan INMC

Ilustrasi Air Traffic Controller (Dok. AirNav Indonesia)

Guna mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, AirNav Indonesia mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC) sebagai pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.

Setio menjelaskan, AirNav Indonesia juga memastikan kesiapan dukungan operasional yang meliputi lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, dan sistem ATC.

”Untuk petugas ATC sendiri, ada lebih dari 1.700 petugas yang in-charge selama periode ini, di semua kantor pelayanan AirNAvIndonesia,” kata dia.

2. Strategi perkuat dukungan operasional

Ilustrasi Air Traffic Controller (Dok. AirNav Indonesia)

Kemudian untuk memperkuat dukungan operasional, AirNav juga menugaskan lebih dari 1.000 petugas Air Traffic Service Engineers untuk memastikan kesiapan dan keandalan peralatan fasilitas.

”Sebagai tambahan, kami juga menempatkan juga sedikitnya 160 Aeronautical Information Service Officers, serta lebih dari 490 Air Communication Officers,” kata Setio.

Selain itu, kesiapan prosedur navigasi penerbangan juga telah dipastikan di ratusan bandara di Indonesia, termasuk prosedur keberangkatan (Standard Instrument Departure/SID), kedatangan (Standard Terminal Arrival Route/STAR), dan pendekatan pendaratan (Initial Approach Procedures/IAP) guna menjaga efisiensi serta keselamatan operasional penerbangan.

3. Antisipasi gangguan balon udara liar

ilustrasi balon udara (pexels.com/Pixabay)

Setio juga menegaskan, peningkatan trafik penerbangan selama periode Lebaran juga diiringi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko keselamatan penerbangan.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi hazard selama periode Lebaran, seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara liar, potensi bird strike, serta gangguan operasional bandara maupun maskapai. Seluruh personel operasional juga diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur serta koordinasi antar unit untuk menjaga keselamatan penerbangan,” tutur Setio.

Dia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan penerbangan, khususnya terkait potensi balon udara liar yang kerap muncul pada periode Lebaran. Dua wilayah yang kerap mendapatkan sorotan akibat aktivitas balon udara liar antara lain Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Namun belakangan, sejumlah wilayah lain juga mengindikasikan adanya aktivitas tersebut.

"AirNav Indonesia terus melakukan kampanye keselamatan kepada masyarakat mengenai bahaya balon udara liar bagi penerbangan, melalui berbagai media. Namun, masalah ini tidak akan serta merta bisa diselesaikan oleh AirNav sendirian. Kami berharap kesadaran bersama dapat terus meningkat sehingga ruang udara Indonesia tetap aman bagi seluruh penerbangan,” ujar Setio.

Editorial Team