Transaksi MR.D.I.Y. dengan Pemasok Lokal Tembus Rp949 Miliar pada 2025

- MR.D.I.Y. Indonesia mencatat pembelian dari pemasok lokal senilai Rp949 miliar sepanjang 2025, didukung jaringan lebih dari 1.400 toko untuk memperluas jangkauan produk lokal.
- Perusahaan menilai akses pasar perlu dibarengi kualitas, efisiensi, dan konsistensi pasokan; MR.D.I.Y. juga menggelar pelatihan keuangan serta bisnis berkelanjutan bagi 100 pelaku usaha.
- Kolaborasi dengan CIMB Niaga dan Kemenperin memperkenalkan supplier financing, prinsip ESG, serta pengukuran emisi karbon untuk mendukung transformasi IKM menuju industri hijau.
Jakarta, IDN Times – PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR.D.I.Y. Indonesia mencatat nilai transaksi pembelian dari pemasok lokal mencapai Rp949 miliar sepanjang 2025.
Dukungan jaringan lebih dari 1.400 toko di Indonesia membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
"Nilai pembelian sebesar Rp949 miliar sepanjang 2025 mencerminkan besarnya transaksi pengadaan MR.D.I.Y. Indonesia dari pemasok lokal," tegas CFO MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil dalam dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).
1. Bantu pemasok lokal memiliki akses pengetahuan keuangan dan manajemen bisnis

Toko MR DIY di Jakarta (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko) Rika mengatakan, perusahaan berupaya membuka kesempatan bagi produk berkualitas buatan Indonesia untuk bersaing di pasar modern berskala nasional.
“Bagi MR.D.I.Y. Indonesia, keberlanjutan merupakan bagian dari cara kami bertumbuh bersama ekosistem. Kami percaya bahwa ketika pemasok lokal memiliki akses terhadap pengetahuan keuangan dan manajemen bisnis serta kapasitas yang tepat, mereka akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing bisnisnya,” ujar Rika.
2. Akses pasar menjadi salah satu tantangan bagi industri kecil dan menengah (IKM) untuk kembangkan usaha

Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay) Akses pasar menjadi salah satu tantangan bagi industri kecil dan menengah (IKM) dalam mengembangkan usaha. Kemitraan dengan jaringan ritel berskala nasional dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pemasaran tanpa harus membangun jaringan distribusi sendiri.
"Akses pasar perlu diimbangi dengan kemampuan menjaga kualitas produk, efisiensi operasional, dan konsistensi pasokan. Ketiga aspek tersebut penting agar pemasok lokal dapat memenuhi standar dan kebutuhan jaringan ritel berskala besar," tegasnya.
Selain memperluas akses pasar, MR.D.I.Y. Indonesia juga berupaya meningkatkan kapasitas pemasok melalui pelatihan manajemen keuangan dan bisnis berkelanjutan. Program ini digelar bersama PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Pelatihan tersebut diikuti 100 pelaku usaha yang terdiri dari IKM binaan Kemenperin dan pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia. Ada tiga hal yang menjadi sorotan dari kolaborasi tersebut.
3. CIMB berikan edukasi supplier financing

Head of Corporate Banking, Investment Banking Coverage, & Loan Syndication CIMB Niaga Miranty Supardi. (Dok/Istimewa). Head of Corporate Banking, Investment Banking Coverage, & Loan Syndication CIMB Niaga Miranty Supardi mengatakan, dukungan terhadap IKM tidak hanya diberikan melalui akses pendanaan, tetapi juga pendampingan untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.
“Melalui penyediaan solusi pembiayaan berkelanjutan, kami hadir tidak hanya untuk memberikan akses pendanaan, tetapi juga mendampingi IKM melakukan transisi hijau menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi,” kata Miranty.
Salah satu solusi yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut adalah supplier financing atau pembiayaan pemasok. Fasilitas ini dapat membantu pelaku usaha mengelola kebutuhan pendanaan yang berkaitan dengan transaksi bisnis.
Pelatihan juga mencakup materi penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang disampaikan Tri Hita Consulting serta pengukuran emisi karbon oleh Jejakin.
Program tersebut sejalan dengan Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan Kemenperin pada Juli 2026 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA).
4. Industri hijau dapat menjadi peluang bagi pelaku IKM untuk meningkatkan daya saing

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk) Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan, transformasi menuju industri hijau dapat menjadi peluang bagi pelaku IKM untuk meningkatkan daya saing.
“Kolaborasi lintas pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memastikan transformasi industri hijau berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Reni.




















