Comscore Tracker

Ini 5 Dampak Inflasi terhadap Perekonomian

Inflasi memiliki dampak positif dan negatif

Jakarta, IDN Times - Inflasi adalah salah satu indikator yang menggambarkan kondisi perekonomian sebuah negara. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus.

Setiap bulan, BPS mengumumkan tingkat inflasi di Indonesia. Biasanya, inflasi akan meningkat mendekati hari besar keagamaan nasional (HBKN), misalnya Idul Fitri. Sebab, menjelang Lebaran biasanya harga-harga bahan pokok naik, dan cenderung meningkatkan inflasi. 

Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Selain itu, inflasi juga bisa disebabkan oleh banyaknya uang yang beredar, dan juga kondisi ekonomi serta politik.

Inflasi sendiri memiliki 5 dampak terhadap perekonomian.

Baca Juga: BSI Cetak Laba Rp1,48 Triliun di Semester I-2021

1. Produsen bisa mengeruk keuntungan dari kenaikan harga umum barang dan jasa

Ini 5 Dampak Inflasi terhadap PerekonomianIlustrasi Uang. (IDN Times/Aditya Pratama)

Inflasi tinggi menunjukkan adanya kenaikan harga umum barang dan jasa. Hal ini bisa memberikan dampak positif terhadap produsen.

Dengan inflasi, maka biaya produksi bisa jauh tertutupi karena harga jual mengalami kenaikan. Oleh sebab itu, keuntungan produsen bisa meningkat.

2. Menggerus daya beli masyarakat

Ini 5 Dampak Inflasi terhadap PerekonomianIlustrasi Kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Inflasi yang tinggi bisa menyebabkan daya beli masyarakat melemah, apalagi bagi pekerja yang tidak memperoleh kenaikan gaji atau upah.

Misalnya saja seorang pegawai selama 3 tahun memperoleh gaji Rp4,5 juta per bulan. Lalu, terjadi inflasi di mana harga barang dan jasa naik. Hal ini tentunya akan membuat pengeluaran pegawai tersebut membengkak, sementara pendapatan tidak naik. Pada akhirnya, daya beli pegawai tersebut akan melemah.

Baca Juga: Ini Syarat agar Kamu Bisa Mendapat Kredit Usaha Rakyat

3. Mempengaruhi kemampuan ekspor negara

Ini 5 Dampak Inflasi terhadap PerekonomianIlustrasi Ekspor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Inflasi juga bisa berpengaruh negatif terhadap ekspor suatu negara. Pasalnya, dengan inflasi maka biaya ekspor akan lebih mahal.

Selanjutnya, hal tersebut akan meningkatkan harga dari suatu produk ekspor, sehingga daya saing produk tersebut di negara tujuan ekspor bisa menurun. Pada akhirnya, hal ini bisa menurunkan devisa negara.

4. Berdampak pada suku bunga bank

Ini 5 Dampak Inflasi terhadap PerekonomianIlustrasi Bank (IDN Times/Arief Rahmat)

Kondisi inflasi yang rendah atau deflasi menunjukkan penurunan harga umum barang dan jasa secara drastis. Dikutip dari situs web Ajaib, hal ini bisa membuat bank sentral mengambil kebijakan untuk menurunkan suku bunga acuan, sehingga bank-bank bisa menurunkan suku bunga kreditnya.

Nah, hal ini bisa memberikan dampak positif kepada kreditur atau peminjam baik perusahaan maupun individu, karena bunga pinjamannya lebih rendah.

Sebaliknya, suku bunga rendah bisa memberikan penurunan pendapatan, atau bahkan kerugian bagi pihak bank.

5. Mengurangi minat orang menabung di bank

Ini 5 Dampak Inflasi terhadap PerekonomianIlustrasi Uang. (IDN Times/Aditya Pratama)

Apabila inflasi rendah, maka bank sentral bisa menurunkan suku bunga acuan. Hal ini bisa menurunkan bunga simpanan di bank. Misalnya seperti bunga deposito dan giro.

Tentunya, dengan bunga deposito dan giro yang menurun, maka minat masyarakat menabung di bank juga turun. Contoh, nasabah A menabung di bank dengan bunga deposito 3 persen. Lalu ketika terjadi inflasi rendah, bunga deposito turun menjadi 2 persen. Hal itu menyebabkan keuntungan yang diperoleh nasabah A juga turun.

Baca Juga: Ini Penyebab Inflasi dan Dampaknya terhadap Negara

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya