Selat Bab al-Mandab (Earth Science and Remote Sensing Unit, NASA Johnson Space Center, Public Domain, via Wikimedia Commons)
Tekanan maritim turut meluas ke wilayah Laut Merah dan Bab al-Mandab akibat ancaman kelompok bersenjata Houthi dari Yaman. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan, "Eropa membantu melindungi pelayaran di Laut Merah dari serangan Houthi," seraya mengonfirmasi peningkatan level siaga armada Operasi Aspides.
Data yang dikutip AFP menunjukkan bahwa lalu lintas mingguan kapal pengangkut ekspor Arab Saudi melalui Bab al-Mandab sejak awal Agustus merosot hingga di bawah sepertiga dari rata-rata tujuh harian tahun ini. Perusahaan minyak Saudi Aramco bahkan menghentikan pengiriman minyak mentah untuk setidaknya dua kilang di Eropa pada bulan depan menyusul serangan terhadap jalur pipa utama mereka.
Dampak krisis rantai pasok ini juga merembet ke Amerika Serikat, ditandai dengan lonjakan harga eceran bahan bakar solar hingga menembus rekor 6,44 dolar AS per galon atau setara Rp114.310. Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menyatakan pihaknya membuka peluang untuk meminjamkan minyak mentah tambahan dari Cadangan Minyak Strategis seraya berujar, "Pasar saat ini mengatakan, 'Hei, mungkin kita butuh minyak itu.' Jadi sangat mungkin kami akan merespons hal itu".