3 Koin Kripto yang Berpotensi Meledak pada 2026

- Chainlink (LINK) menjadi pemimpin dalam tokenisasi aset nyata berkat protokol interoperabilitas baru dan kapitalisasi pasar terbesar.
- Ondo Finance (ONDO) menawarkan visi "Wall Street 2.0" meski performanya menurun lebih dari 57 persen sepanjang 2025.
- World Liberty Financial (WLFI) memiliki dukungan politik dari keluarga Trump dan rencana tokenisasi komoditas, meskipun turun sekitar 50 persen pada tahun ini.
CEO BlackRock (NYSE: BLK) Larry Fink mengatakan pada Oktober lalu,, era tokenisasi semua aset sudah resmi dimulai. Maksudnya adalah proses mengubah produk keuangan tradisional menjadi aset digital yang bisa dibeli, dijual, diperdagangkan, dan dikelola melalui teknologi blockchain.
Konsep ini bukan sekadar wacana. Beberapa firma konsultan global bahkan memproyeksikan tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) sebagai peluang pasar bernilai triliunan dolar. Lalu, kripto mana saja yang terlihat paling siap memimpin peluang besar ini menjelang 2026?
1. Chainlink

Posisi pertama ditempati Chainlink (LINK). Selama ini, Chainlink dikenal sebagai jaringan oracle terdesentralisasi untuk berbagai blockchain. Baru-baru ini, mereka juga meluncurkan protokol interoperabilitas yang memungkinkan perpindahan aset tertokenisasi antarblockchain.
Seperti halnya Chainlink melesat berkat booming DeFi pada bull run sebelumnya, potensi lonjakan tokenisasi aset nyata pada 2026 bisa memberi dorongan besar lagi. Meski harga LINK turun hampir 30 persen sepanjang 2025, token ini masih menjadi aset RWA terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar menurut CoinGecko.
2. Ondo

Kandidat kedua adalah Ondo (ONDO), token milik Ondo Finance. Perusahaan ini fokus men-tokenisasi produk keuangan untuk investor institusional besar, lalu mengelola aset tersebut di berbagai blockchain.
Visinya cukup ambisius: menciptakan "Wall Street 2.0," perpaduan antara finansial tradisional dan teknologi blockchain. Sayangnya, performa ONDO pada 2025 kurang memuaskan, turun lebih dari 57 persen sejak awal tahun.
3. World Liberty Financial

Yang terakhir adalah World Liberty Financial (WLFI), proyek kripto yang berafiliasi dengan keluarga Trump. Tahun ini, mereka mengumumkan rencana tokenisasi komoditas seperti minyak dan kayu, serta membuka layanan peminjaman dan perdagangan aset dunia nyata.
Meskipun WLFI juga mengalami penurunan besar di 2025, proyek ini memiliki dukungan tidak langsung dari Presiden Donald Trump dan keluarganya. Tentu saja, dukungan politik bukan jaminan, tetapi banyak analis memprediksi geliat besar dari WLFI tahun depan, walaupun sejauh ini turun sekitar 50 persen.
4. Catatan untuk investor kripto

Tokenisasi RWA masih berada pada tahap awal. Meski sudah ada beberapa keberhasilan yang mencuri perhatian, belum waktunya menentukan siapa pemenang atau yang tertinggal. Bahkan, performa awal token-token yang fokus pada sektor ini cenderung mengecewakan.
Karena itu, pendekatan paling aman adalah memilih token RWA dengan kapitalisasi besar, dukungan institusional kuat, serta use case nyata di dunia finansial.
Untuk saat ini, Chainlink menjadi pilihan utama. Bukan hanya karena menciptakan token baru, tetapi juga karena mereka sedang membangun infrastruktur teknis yang memungkinkan tokenisasi aset menjadi tren jangka panjang.
Jika Larry Fink benar bahwa era baru tokenisasi aset sudah di depan mata, ketiga token ini bisa memiliki potensi pertumbuhan besar pada 2026.

















