Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BUMN Perminas Garap Proyek Logam Tanah Jarang dengan Abu Dhabi

IMG_7196.jpeg
PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (PERMINAS), BUMN tambang besutan Danantara Indonesia meneken kerja sama yang fokus pada potensi logam tanah jarang atau rare earth. (dok. Danantara)
Intinya sih...
  • Perminas dan New Energy Metals Holdings meneken kerja sama fokus logam tanah jarang
  • Material kritis seperti niobium dan unsur tanah jarang penting bagi industri modern
  • Danantara dan Perminas akan bentuk partisipasi ekuitas dan utang dalam kerja sama
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (PERMINAS), BUMN tambang besutan Danantara Indonesia, meneken kerja sama yang fokus pada potensi logam tanah jarang atau rare earth.

Kerja sama itu dilakukan dengan New Energy Metals Holdings, perusahaan pengembang dan investor mineral yang berbasis di Abu Dhabi.

Perusahaan itu beroperasi di Gabon melalui anak usahanya, Dusk Gabon S.A., yang memegang hak dan izin pertambangan untuk proyek Maboumine.

1. Danantara juga terlibat

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02.jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dengan dukungan Danantara Indonesia, Perminas dan New Energy Metals Holdings meneken Nota Kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini untuk mengevaluasi potensi kolaborasi pengembangan niobium dan unsur tanah jarang (REE) Maboumine di Republik Gabon.

MoU juga mencakup penjajakan inisiatif rantai nilai hilir REE di Indonesia.

“Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut. Ini mendukung pengembangan rantai nilai mineral penting yang strategis dan berorientasi masa depan,” kata CEO Danantara, Rosan Roeslani, dikutip Selasa (17/2/2026).

2. Manfaatkan logam tanah jarang ke RI

ilustrasi logam tanah jarang (www.ars.usda.gov/oc/Photo by Peggy Greb)
ilustrasi logam tanah jarang (www.ars.usda.gov/oc/Photo by Peggy Greb)

Material kritis seperti niobium (Nb) dan unsur tanah jarang termasuk neodymium (Nd) dan praseodymium (Pr), input inti untuk magnet permanen berkinerja tinggi, serta unsur tanah jarang berat seperti disprosium dan terbium, yang meningkatkan kinerja magnet pada suhu tinggi, semakin penting bagi industri modern dan ketahanan nasional.

Material-material tersebut sangat dibutuhkan untuk kendaraan listrik (EV) dan elektrifikasi lebih luas, energi terbarukan (termasuk turbin angin dan infrastruktur jaringan listrik), serta aplikasi kedirgantaraan dan pertahanan tingkat lanjut. Selain itu, berbagai industri bernilai tinggi juga bergantung pada akses aman ke material penting ini.

3. Danantara dan Perminas bakal bentuk partisipasi ekuitas dan utang

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Dalam kerja sama itu, para pihak akan membentuk Kelompok Kerja Bersama dengan mandat untuk melaksanakan program kerja sama yang terstruktur dan dipercepat, termasuk pertukaran informasi segera, lokakarya teknis bersama, dan penilaian komersial yang terkoordinasi.

Para pihak akan memajukan jalur pengembangan hulu dan hilir di seluruh rantai nilai logam tanah jarang, termasuk pemisahan, pemurnian, produksi logam/paduan, dan pembuatan magnet permanen, dengan tujuan bersama untuk menciptakan rantai pasokan yang terintegrasi dan kompetitif dari sumber daya hingga produk magnet jadi.

Bersamaan dengan alur kerja teknis ini, para pihak akan memulai negosiasi jalur cepat mengenai potensi pembiayaan dan investasi strategis, termasuk partisipasi ekuitas dan/atau utang oleh PERMINAS dan/atau Danantara Indonesia di tambang Maboumine dan entitas proyek terkait, untuk mendapatkan manfaat penuh dari integrasi vertikal. Kemajuan akan didukung oleh proses uji tuntas yang dipercepat dan tunduk pada persetujuan internal, persyaratan peraturan, serta negosiasi dan penandatanganan perjanjian definitif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

Mengenal Net Buy Asing dan Pengaruhnya terhadap Pergerakan IHSG

17 Feb 2026, 20:24 WIBBusiness