ilustrasi sedang trading forex (pexels.com/Alesia Kozik)
Meski tidak memberikan sinyal trading secara langsung, informasi YTD tetap punya kegunaan yang cukup penting, terutama saat kamu ingin memahami kondisi pasar secara lebih luas.
1. Membantu melihat arah pergerakan mata uang
Pergerakan harga forex bisa berubah sangat cepat. Hari ini suatu pasangan mata uang menguat, tetapi besok mungkin langsung mengalami koreksi.
Nah, YTD membantu trader melihat gambaran yang lebih panjang daripada sekadar perubahan harga harian.
Misalnya, GBP/USD sedang turun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Namun, ketika diperiksa, performa YTD-nya ternyata masih positif.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan jangka pendek belum tentu menghapus penguatan yang terjadi sejak awal tahun.
Meski begitu, YTD positif juga tidak otomatis membuktikan bahwa pasar sedang berada dalam tren bullish saat ini. Untuk memahami struktur tren, trader tetap perlu memperhatikan grafik harga dan indikator pendukung lainnya.
2. Memudahkan perbandingan performa pasangan mata uang
Pernah bingung memilih pasangan mata uang mana yang ingin dianalisis lebih lanjut?
Informasi YTD bisa menjadi salah satu titik awal untuk membandingkan pergerakan beberapa pasangan mata uang selama periode yang sama.
Sebagai contoh, bayangkan EUR/USD memiliki YTD +5%, sementara GBP/USD hanya mencatatkan +2%.
Dari angka tersebut, kamu bisa mengetahui bahwa EUR/USD mengalami kenaikan persentase nilai tukar lebih besar dibandingkan GBP/USD sejak awal tahun.
Namun, bukan berarti EUR/USD pasti lebih menguntungkan atau lebih aman untuk ditradingkan.
Kamu tetap perlu mempertimbangkan volatilitas, spread, kondisi ekonomi, serta strategi trading yang digunakan. Apalagi, arah perubahan harga dan karakteristik setiap pasangan mata uang bisa berbeda.
3. Membantu mengevaluasi performa trading
YTD tidak hanya digunakan untuk mengukur perubahan harga pasangan mata uang. Istilah ini juga bisa muncul dalam laporan performa akun atau strategi trading.
Misalnya, kamu memiliki modal trading sebesar Rp10 juta pada awal tahun. Kemudian, nilai akun meningkat menjadi Rp11 juta setelah beberapa bulan.
Jika tidak ada penambahan atau penarikan dana, dan nilai akun sudah memperhitungkan seluruh posisi yang masih terbuka, maka pertumbuhan akun secara sederhana mencapai 10% YTD.
Dari informasi ini, kamu bisa mulai mengevaluasi apakah strategi yang digunakan memberikan hasil sesuai target.
Tetapi, kalau kamu melakukan deposit tambahan atau menarik sebagian modal selama periode tersebut, perhitungan return harus disesuaikan agar tidak menghasilkan gambaran keuntungan yang keliru.