Langkah tersebut sangat penting karena pelaku industri kripto di AS masih menghadapi ketidakpastian aturan. Kepastian hukum dapat membantu perusahaan memahami aturan saat menjalankan bisnis dan mencari pendanaan. Namun, sebagian langkah tersebut masih berupa proposal atau proses politik, sehingga belum semuanya menjadi aturan yang berlaku.
AS Mulai Menata Ulang Aturan Kripto, Apa yang Berubah?

- Presiden Donald Trump mendorong Kongres melanjutkan Clarity Act untuk memperjelas pembagian pengawasan aset kripto antara SEC dan CFTC, meski pembahasannya belum selesai.
- SEC mengusulkan Regulation Crypto Assets, termasuk jalur penawaran hingga US$5 juta dan US$75 juta serta conditional safe harbor, tetapi proposal ini belum berlaku.
- CFTC memperkuat peran regulasi lewat Innovation Advisory Committee dan siap memakai kewenangan yang ada jika Clarity Act tertunda, sementara arah akhir aturan AS masih dapat berubah.
Washington sedang mempercepat langkah untuk membentuk aturan kripto yang lebih jelas. Presiden Donald Trump mendorong Kongres melanjutkan Clarity Act, sementara SEC dan CFTC juga mulai mengambil langkah untuk mengatur industri aset digital. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pemerintah AS semakin serius membangun aturan untuk pasar kripto.
1. Trump kembali mendorong pengesahan Clarity Act

ilustrasi hukum dan kebijakan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya) Clarity Act merupakan rancangan aturan yang salah satu tujuannya adalah memperjelas siapa yang mengawasi berbagai jenis aset kripto di AS. SEC atau Securities and Exchange Commission adalah lembaga yang mengawasi pasar sekuritas, sedangkan CFTC atau Commodity Futures Trading Commission mengawasi pasar komoditas dan perdagangan berjangka. Trump mendorong Kongres untuk melanjutkan pembahasan aturan tersebut agar pelaku industri memiliki batas yang lebih jelas mengenai regulator yang harus mereka ikuti.
Namun, proses pengesahan Clarity Act belum selesai karena masih ada perbedaan pandangan mengenai sejumlah ketentuan, termasuk persoalan etika. Jika nantinya disahkan, aturan ini dapat memberikan dasar hukum yang lebih jelas mengenai pengawasan pasar aset digital di AS. Meski begitu, isi Clarity Act masih bisa berubah selama proses pembahasan di Kongres sebelum akhirnya menjadi undang-undang.
2. SEC membuka jalur baru untuk penggalangan dana kripto

ilustrasi uang dan bitcoin (pexels.com/David McBee) SEC pada 18 Agustus mengusulkan Regulation Crypto Assets untuk membuat aturan penggalangan dana bagi perusahaan dan proyek kripto menjadi lebih jelas. Salah satu usulannya memungkinkan penawaran aset kripto hingga US$5 juta dalam empat tahun tanpa harus melalui proses pendaftaran SEC seperti biasanya. Ada juga jalur untuk penawaran hingga US$75 juta dalam 12 bulan dengan syarat perusahaan tetap memberikan informasi yang dibutuhkan kepada investor.
Bagi pelaku industri, aturan ini bisa membuat proses mencari dana menjadi lebih sederhana dan tidak terlalu rumit. Proposal tersebut juga mengenalkan conditional safe harbor, yaitu perlindungan tertentu bagi aset kripto yang sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan SEC. Namun, kita perlu ingat bahwa aturan ini masih dalam tahap proposal sehingga belum berlaku dan masih dapat berubah.
3. CFTC siapkan langkah jika Clarity Act terhambat

ilustrasi uang dan bitcoin (pexels.com/Kaboompics) CFTC atau Commodity Futures Trading Commission adalah lembaga pemerintah AS yang mengawasi perdagangan komoditas dan kontrak berjangka. Lembaga ini mulai memperkuat perannya dalam pasar kripto dengan mengadakan pertemuan pertama Innovation Advisory Committee pada 20 Agustus. Pertemuan tersebut mempertemukan perwakilan dari sektor keuangan, perusahaan kripto, pasar prediksi, dan teknologi untuk membahas perkembangan aturan aset digital.
CFTC juga menyatakan siap menggunakan kewenangan yang sudah dimilikinya jika Clarity Act masih tertunda di Kongres. Artinya, CFTC tidak harus sepenuhnya menunggu undang-undang baru untuk mulai membuat kerangka aturan bagi sebagian pasar kripto. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah AS sedang mencoba memberikan kepastian aturan melalui regulator yang sudah ada, meskipun aturan tersebut tetap memiliki batas sesuai kewenangan CFTC.
4. Industri kripto mendapatkan kepastian

ilustrasi Bitcoin (magnific.com/freepik) Jika berbagai langkah tersebut berjalan sesuai rencana, perusahaan kripto bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai aturan yang harus mereka ikuti. Kepastian seperti ini penting bagi perusahaan yang ingin membangun bisnis, menawarkan token, atau mencari pendanaan di AS tanpa terus menghadapi ketidakjelasan mengenai status hukumnya. Perubahan tersebut juga dapat membuat AS lebih menarik sebagai tempat bagi perusahaan dan pengembang kripto untuk beroperasi.
Namun, kita tetap perlu melihat perkembangan berikutnya karena belum semua perubahan tersebut bersifat final. Regulation Crypto Assets masih harus melewati proses pembuatan aturan, sedangkan Clarity Act masih membutuhkan persetujuan Kongres. Jadi, arah baru regulasi AS memang mulai terlihat, tetapi bentuk akhirnya masih bisa berubah.
Perubahan aturan kripto di AS kini berlangsung melalui beberapa jalur, mulai dari Kongres, SEC, hingga CFTC. Jika langkah tersebut menghasilkan aturan yang lebih jelas, perusahaan kripto akan memiliki kepastian lebih besar dalam menjalankan bisnis. Dampaknya juga dapat memengaruhi perkembangan pasar aset digital di AS secara keseluruhan.




















