Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bangkit Lagi, Harga Bitcoin Lampaui Rp1,3 Miliar

Bangkit Lagi, Harga Bitcoin Lampaui Rp1,3 Miliar
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Harga Bitcoin menembus Rp1,4 triliun per BTC, menjadi level tertinggi dalam tiga bulan terakhir menurut data Indodax.
  • Kenaikan dipicu arus dana institusional besar ke ETF Bitcoin senilai sekitar Rp10,85 triliun serta meningkatnya minat terhadap aset berisiko di tengah kondisi global.
  • Indodax menilai tren bullish mulai terlihat, namun investor disarankan tetap waspada karena volatilitas tinggi dan pengaruh faktor eksternal seperti ekonomi makro dan geopolitik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan, dengan melampaui level 80 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp1,39 triliun (kurs Rp17.362 per dolar AS). Bahkan, data Indodax menunjukkan, harga Bitcoin hari ini, Kamis (7/5/2026) pukul 19.00 WIB menguat ke level Rp1,4 triliun per BTC.

Menurut analisis Indodax, angka itu merupakan posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir, terhitung sejak Januari 2026. Indodax melihat kenaikan itu didorong oleh arus masuk dana institusional yang signifikan melalui ETF Bitcoin, yang tercatat mencapai sekitar 625 juta dolar AS atau setara Rp10,85 triliun dalam satu hari perdagangan.

1. Pergerakan Bitcoin

ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sisi lain, pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global yang menguat, termasuk meningkatnya minat terhadap aset berisiko di tengah membaiknya likuiditas pasar kripto yang membaik, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Kondisi itu mendorong investor untuk mencari alternatif aset lindung nilai di luar sistem keuangan tradisional. Penguatan ini turut didukung oleh oleh lonjakan aktivitas pasar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar 48 miliar dolar AS atau setara Rp833,4 triliun.

Vice President Indodax, Antony Kusuma menilai pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan dinamika pasar yang semakin kompleks dan berkembang.

“Kondisi ini mengindikasikan adanya momentum positif di pasar, namun tetap perlu dianalisis secara cermat dinamika yang terjadi di pasar,” ujar Antony dikutip dari keterangan resmi.

2. Investor institusional makin gandrungi Bitcoin

ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain itu, data pada CoinMarketCap menunjukkan, total aset dalam ETF Bitcoin berada di kisaran 105 miliar dolar AS atau setara Rp1.823 triliun.

Menurut Antony, hal itu mencerminkan meningkatnya partisipasi serta kepercayaan investor institusional yang turut menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pergerakan pasar.

3. Tetap harus dicermati dengan hati-hati

Ilustrasi cryptocurrency. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi cryptocurrency. (IDN Times/Aditya Pratama)

Antony menambahkan momentum penguatan itu mulai mencerminkan kecenderungan bullish di pasar, meskipun masih berada dalam fase yang perlu dicermati secara hati-hati. Kenaikan harga yang didukung oleh arus dana institusional dan sentimen global menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin, masih cukup kuat.

Namun, keberlanjutan momentum itu akan sangat bergantung pada konsistensi likuiditas pasar serta perkembangan faktor eksternal, seperti kondisi makroekonomi dan dinamika geopolitik global. Oleh karena itu, volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto yang perlu dipahami investor dalam mengambil keputusan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More