Ilustrasi dana pensiun (freepik.com)
Bagi investor yang mendekati masa pensiun, fluktuasi pasar bisa memiliki dampak yang lebih besar. Penurunan pasar menjadi lebih sensitif ketika seseorang mulai menarik dana dari portofolionya untuk kebutuhan hidup.
Dalam kondisi seperti ini, Stroup menyarankan agar investor memiliki cadangan kas yang cukup untuk menutup kebutuhan jangka pendek.
Idealnya, investor yang mendekati pensiun memiliki cadangan dana tunai selama 12 hingga 24 bulan untuk menutup pengeluaran. Dengan cara ini, mereka tidak perlu menjual saham saat harga sedang turun.
Jika pasar mengalami koreksi, kebutuhan dana dapat dipenuhi dari kas atau obligasi terlebih dahulu. Pendekatan ini membantu melindungi investasi jangka panjang dari kerugian akibat penjualan aset pada harga yang rendah.
Strategi tersebut juga membantu mengurangi risiko yang dikenal sebagai sequence risk, yaitu risiko ketika penarikan dana terjadi saat pasar sedang mengalami penurunan.
Perang dan konflik geopolitik sering menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan. Namun, bereaksi berlebihan terhadap berita justru dapat merugikan investor dalam jangka panjang.
Pendekatan yang lebih bijak adalah tetap berpegang pada strategi investasi yang disiplin, termasuk menjaga diversifikasi dan melakukan rebalancing ketika alokasi portofolio berubah secara signifikan.
Dengan mempertahankan keseimbangan portofolio, investor dapat menghadapi volatilitas pasar dengan lebih tenang tanpa harus menjadikan portofolio mereka sebagai taruhan terhadap perkembangan konflik global.