Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BEI Tepis Isu Indonesia Turun ke Frontier Market

BEI Tepis Isu Indonesia Turun ke Frontier Market
Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • BEI menegaskan isu penurunan status Indonesia ke frontier market tidak benar dan meminta investor berhati-hati menyaring informasi sebelum mengambil keputusan investasi.
  • Jeffrey Hendrik optimistis Indonesia tetap berstatus emerging market karena langkah konkret regulator dan pelaku pasar memperkuat posisi di kelompok negara berkembang.
  • Meski IHSG sempat tertekan, BEI menilai fundamental emiten masih solid dengan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen hingga akhir 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN TimesBursa Efek Indonesia (BEI) membantah informasi yang sempat beredar di pasar mengenai status Indonesia yang disebut-sebut turun dari kategori emerging market menjadi frontier market berdasarkan pengumuman MSCI.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan meminta investor lebih berhati-hati dalam menyaring informasi sebelum mengambil keputusan investasi.

"Kemarin kita ikuti bersama ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar. Seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di frontier market, yaang ternyata itu adalah informasi yang salah," kata Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memengaruhi sentimen investor dan kondisi pasar secara keseluruhan.

1. Investor diminta cek dan cross-check informasi

ilustrasi investor
ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Jeffrey pun mengimbau pelaku pasar untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar, terutama di media sosial maupun platform percakapan tanpa sumber resmi.

Jeffrey menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan investasi.

"Kami tentu sangat berharap investor bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Kami sekali lagi mengimbau agar investor cek dan cross-check atas informasi yang beredar di pasar sebelum mengambil keputusan," ujar dia.

2. BEI optimistis Indonesia tetap bertahan di emerging market

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Di tengah beredarnya isu tersebut, Jeffrey tetap optimistis bursa Indonesia akan mempertahankan statusnya sebagai emerging market dalam penilaian MSCI.

Jeffrey menyebut berbagai langkah konkret yang telah dilakukan regulator dan pelaku pasar menjadi modal kuat untuk menjaga posisi Indonesia di kelompok negara berkembang.

"Terkait dengan MSCI, yang dapat kami sampaikan adalah bahwa dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di emerging market," tutur Jeffrey.

3. Fundamental emiten tetap kuat di tengah tekanan terhadap IHSG

ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebelumnya diberitakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam dua hari terakhir. Namun, BEI menilai pelemahan tersebut belum mencerminkan kondisi fundamental perusahaan-perusahaan tercatat yang saat ini justru berada dalam kondisi solid.

Jeffrey mengatakan, kinerja emiten sepanjang 2025 hingga kuartal I-2026 menunjukkan tren yang positif. Menurutnya, investor perlu melihat kondisi fundamental pasar secara lebih menyeluruh di tengah fluktuasi jangka pendek yang terjadi di bursa.

"Fundamental pasar kita pada saat ini dalam kondisi yang baik. Ya, kalau kita mencermati dari laporan keuangan yang sudah disampaikan oleh seluruh emiten, per akhir tahun 2025 dari seluruh perusahaan tercatat itu membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen," ujarnya.

Menurut Jeffrey, capaian tersebut menjadi indikator bahwa kinerja korporasi masih bertumbuh meski pasar saham sedang menghadapi tekanan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More