Investor Wait and See, Rupiah Melemah Pagi Ini

- Rupiah melemah 32 poin ke level Rp17.883 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa, mencatat penurunan sekitar 0,18 persen.
- Investor bersikap wait and see sambil menunggu rilis data ekonomi penting dari dalam negeri dan Amerika Serikat pekan ini.
- Situasi geopolitik Timur Tengah membuat pasar berhati-hati, sementara analis memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp17.800–Rp17.900 per dolar AS sepanjang hari.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan data pasar Bloomberg per pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda terpantau melemah ke level Rp17.883 per dolar AS. Pelemahan tersebut sebesar 32 poin atau sekitar 0,18 persen.
1. Investor memilih ambil sikap wait and see
Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak range bound, yakn bergerak naik-turun terbatas dalam rentang tertentu terhadap dolar AS, dengan potensi pelemahan yang juga terbatas.
Menurutnya, para investor saat ini cenderung mengambil sikap wait and see atau memantau situasi terlebih dahulu sembari menunggu rilis serentetan data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun dari AS pada pekan ini.
"Rupiah diperkirakan akan range bound terhadap dolar AS dengan potensi melemah terbatas," kata Lukman.
2. Situasi geopolitik Timur Tengah bikin pasar berhati-hati
Lukman memaparkan perkembangan situasi geopolitik yang terus berubah-ubah dan tidak pasti di kawasan Timur Tengah turut menjadi pemicu utama yang membuat para pelaku pasar bertindak lebih berhati-hati dalam menempatkan investasi mereka.
"Perkembangan geopolitk yang berubah-ubah di Timur Tengah juga membuat investor berhati-hati," paparnya.
3. Prediksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini
Untuk pergerakan hari ini, Lukman memproyeksikan mata uang Garuda akan bergerak pada rentang antara Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.
Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan fluktuatif atau bergerak secara dinamis. Namun, dia memproyeksikan rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan nanti di rentang Rp17.800 hingga Rp17.860 per dolar AS.


















