Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BULOG Cetak Rekor Sejarah, Pengadaan Beras Lampaui 4 Juta Ton

3 min read
BULOG Cetak Rekor Sejarah, Pengadaan Beras Lampaui 4 Juta Ton
Perum BULOG kembali menorehkan sejarah baru dalam perjalanan menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan Pemerintah sebesar 4 juta ton. (Dok. BULOG)
  • Hingga 8 Oktober 2026, BULOG mengadakan 4.115.014 ton setara beras, mencapai 102,88 persen target pemerintah dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

  • Pengadaan masif melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta jaringan di sentra produksi untuk menyerap panen, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah, dan menjaga ekosistem pangan.

  • BULOG mengapresiasi dukungan pemerintah, TNI, pemerintah daerah, dan pelaku pangan; perusahaan akan melanjutkan penyerapan hingga akhir 2026 demi ketersediaan stok dan stabilisasi pangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Perum BULOG kembali menorehkan sejarah baru dalam perjalanan menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan Pemerintah sebesar 4 juta ton. Capaian tersebut menjadi realisasi pengadaan tertinggi sejak BULOG berdiri sekaligus menegaskan keberhasilan perusahaan melampaui target sebelum berakhirnya tahun 2026.

Capaian lebih dari 4 juta ton tersebut melampaui realisasi tahun 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras dan jauh berada di atas capaian pengadaan pada tahun-tahun sebelumnya. Capaian ini juga menjadi yang terbesar sejak BULOG didirikan, BULOG sebelumnya mencapai pengadaan terbesar pada tahun 2012 yaitu sebesar 3,65 juta ton.

  1. 1. Komitmen kuat BULOG

    Ilustrasi stok beras di gudang Bulog. (IDN Times/Muhammad Nasir)
    Ilustrasi stok beras di gudang Bulog. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Pencapaian bersejarah ini mencerminkan komitmen kuat BULOG dalam menjalankan amanah Pemerintah untuk menyerap hasil produksi petani, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pangan nasional dari sisi produsen maupun konsumen. Pengadaan dilakukan secara masif melalui jaringan BULOG di berbagai wilayah sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

    Dalam pelaksanaan pengadaan tahun 2026, BULOG terus mengoptimalkan seluruh instrumen pengadaan mulai dari penguatan jaringan pembelian di tingkat produksi, peningkatan kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan, hingga percepatan penyerapan pada momentum panen. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal sekaligus memperkuat stok pangan yang dikelola Pemerintah.

  2. 2. Berkontribusi dalam pencapaian

    IMG-20251231-WA0072.jpg
    Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Dirut Bulog Letjen Ahmad Rizal Ramadhan melihat tumpukan karung. (IDN Times/Dok Humas Bulog Jateng)

    Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh insan BULOG serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian bersejarah tersebut.

    “Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” ujar Ahmad Rizal.

  3. 3. Tak lepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak

    a521febf-4aee-404b-992d-217f835f6e7d.jpeg
    Perum BULOG kembali menorehkan sejarah baru dalam perjalanan menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan Pemerintah sebesar 4 juta ton. (Dok. BULOG)

    Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, selanjutnya terima kasih juga atas kepercayaan Bapak Presiden kepada BULOG, serta dukungan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini. Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.

    Rekor pengadaan tersebut menjadi kado terbaik menuju 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan semakin memperkuat posisi BULOG dalam menjalankan peran strategisnya melalui tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan Pemerintah. 

    Dengan pengadaan yang kuat di tingkat hulu, Pemerintah memiliki fondasi stok yang semakin kokoh untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.

    Dengan capaian 102,88 persen dari target pengadaan 2026, BULOG akan terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun. Melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan operasional dari hulu hingga hilir, BULOG berkomitmen melanjutkan kontribusi dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan serta memastikan setiap hasil kerja petani menjadi bagian dari kekuatan pangan Indonesia. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More