Desa Manemeng Perkuat Ekonomi Kerakyatan lewat Program Desa BRILiaN

- Desa Manemeng membangun ekonomi berbasis gotong royong dengan mengembangkan pertanian, peternakan, dan usaha mikro yang dijalankan secara kolaboratif antarwarga.
- Program Desa BRILiaN mendorong digitalisasi layanan keuangan dan memperkuat peran BUMDes Sukses Mandiri dalam distribusi serta pemasaran produk lokal.
- Dukungan pembiayaan seperti KUR dan strategi BRI melalui Program Desa BRILiaN memperkuat ekosistem usaha desa agar lebih produktif dan berdaya saing.
Jakarta, IDN Times -Transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal kian menunjukkan peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Hal ini tercermin dari Desa Manemeng yang menjadikan nilai gotong royong sebagai fondasi utama dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Mengusung semangat “Marenta Barmak” atau bekerja bersama, Desa Manemeng berhasil membangun ekosistem ekonomi produktif dan berkelanjutan berbasis kekuatan lokal. Nilai tersebut tidak hanya hidup sebagai budaya sosial, tetapi juga diterapkan dalam berbagai sektor ekonomi warga.
1. Gotong royong jadi fondasi ekonomi warga

Mayoritas masyarakat Desa Manemeng menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Namun, aktivitas ekonomi mereka tidak berhenti di situ. Kepala Desa Manemeng, Jayadi, menjelaskan bahwa masyarakatnya memiliki karakter ekonomi yang cukup homogen.
"Manemeng adalah desa yang homogen, mayoritasnya petani dan buruh tani. Ada yang berladang dan berternak, tetapi pekerjaan utamanya tetap di sektor pertanian,” ujarnya.
Di luar aktivitas utama tersebut, warga juga mengembangkan berbagai usaha tambahan seperti peternakan, produksi batu bata, batako, hingga usaha mikro lainnya. Semua kegiatan ini dijalankan dengan semangat kolaborasi yang kuat antarwarga.
2. Digitalisasi dan BUMDes dorong pertumbuhan ekonomi

Perkembangan ekonomi Desa Manemeng semakin terasa sejak menjadi bagian dari Program Desa BRILiaN. Salah satu dampak nyatanya adalah meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di masyarakat.
"Sekarang masyarakat sudah mulai menggunakan BRImo, ada juga yang menjadi BRILink Agen. Layanan digital seperti ini membantu aktivitas ekonomi masyarakat dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan di desa," kata Jayadi.
Selain itu, keberadaan BUMDes Sukses Mandiri yang berdiri sejak 2018 turut menjadi motor penggerak ekonomi desa. BUMDes ini fokus pada distribusi dan pemasaran produk pangan lokal, sekaligus memperkuat ekosistem usaha masyarakat.
Di sektor lain, produksi batu bata dan batako juga terus berkembang. Meski proses produksi masih sederhana, pemasaran kini mulai memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
3. Dukungan pembiayaan dan program BRILiaN perkuat ekosistem usaha

Tak hanya sektor pertanian dan industri kecil, sektor peternakan juga berkembang melalui kerja sama antarwarga. Kelompok ternak mengelola usaha secara kolektif dan memanfaatkan dukungan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa Program Desa BRILiaN menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperkuat ekonomi desa secara terintegrasi.
"Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI untuk mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha. Melalui pendekatan tersebut, BRI berupaya memperkuat kapasitas ekonomi desa agar lebih produktif dan berdaya saing. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan," pungkasnya.
Hingga saat ini, Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia. Ke depan, inisiatif seperti yang dilakukan Desa Manemeng diharapkan dapat terus berkembang menjadi model penguatan ekonomi desa berbasis kolaborasi dan potensi lokal. (WEB)















