4 Alasan Emas Campuran Gak Cocok Digunakan untuk Investasi

- Kadar kemurnian emas campuran lebih rendah, memengaruhi nilai investasi dan potensi keuntungan.
- Harga jual kembali emas campuran lebih rendah, sulit dinilai, dan kurang likuid dibandingkan emas murni.
- Penilaian emas campuran memerlukan alat dan keahlian khusus, membuat proses jual beli kurang praktis dan efektif.
Emas sering dipilih sebagai instrumen investasi karena memang memiliki nilai yang cenderung lebih stabil dari instrumen lainnya. Namun, ternyata tidak semua jenis emas cocok untuk dijadikan sebagai sarana investasi jangka panjang.
Salah satu jenis yang harus dipertimbangkan dengan penuh kehati-hatian adalah emas campuran, sebab kadar dan nilainya bisa berbeda-beda. Simaklah beberapa alasan berikut ini yang menjelaskan alasan emas campuran gak cocok digunakan untuk investasi.
1. Kadar kemurnian yang lebih rendah

Emas campuran ternyata memiliki kadar emas murni yang jauh lebih rendah karena kerap dicampur dengan jenis logam lainnya. Kondisi ini membuat emas tersebut dianggap memiliki nilai yang tidak setinggi emas murni, sehingga memengaruhi nilai investasinya.
Dalam investasi, kemurnian memang menjadi faktor penting yang akan sangat memengaruhi harga jual kembali. Semakin rendah kadar emas yang dimiliki, maka biasanya akan semakin kecil pula potensi keuntungan yang diperoleh.
2. Harga jual kembali lebih rendah

Emas campuran pada umumnya memiliki selisih harga jual dan beli yang cukup tinggi, sehingga hal ini mungki akan merugikanmu saat menjualnya kembali. Belum lagi jika emas campuran tersebut telah mengalami masalah pada penampilannya, entah kotor, kusam, atau tergores.
Pembeli pada umumnya bisa menilai emas campuran berdasarkan kandungan emas saja di dalamnya. Akibat dari hal ini akan membuat nilai yang diterima investor pun menjadi jauh lebih rendah dari semestinya.
3. Sulit dinilai secara akurat

Penilaian emas campuran pada umumnya memerlukan alat dan juga keahlian khusus. Alasannya karena tidak semua pembeli mampu untuk memastikan kadar emas dengan cara yang tepat dan akurat, sehingga membutuhkan biaya lagi.
Kondisi ini akan secara tidak langsung membuat proses jual belinya menjadi kurang praktis dan efektif. Investor berisiko menerima harga yang mungkin saja tidak sesuai dengan nilai sebenarnya, sehingga jelas menimbulkan kerugian tersendiri.
4. Kurang likuid dibandingkan emas murni

Emas campuran tidak secepat selayaknya emas murni untuk proses penjualan, sehingga dianggap kurang likuid. Minat pasar terhadap emas campuran biasanya akan cenderung lebih terbatas, sehingga hal ini perlu diperhatikan.
Likuiditas yang cenderung rendah bisa menyulitkan investor pada saat memerlukan dana dengan cepat. Kondisi ini membuat emas campuran juga dinilai kurang ideal apabila dijadikan sebagai instrumen investasi.
Ada beberapa keterbatasan yang membuat emas campuran gak cocok digunakan untuk investasi. Berbagai faktor di atas semestinya menjadi panduan sebelum memilihnya ke dalam salah satu instrumen investasi. Sebaiknya pilihlah emas murni agar bisa menjaga nilai investasi untuk jangka panjang!

















