Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengajar di Tengah Keterbatasan, Guru MDTA Binaan PNM Tetap Berdaya

WhatsApp Image 2026-01-29 at 8.54.30 AM.jpeg
Hikayati, guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Serang, Banten, yang tetap mengajar meski dengan fasilitas belajar yang terbatas. (dok. PNM)
Intinya sih...
  • Hikayati merupakan perempuan binaan program PNM Mekaar yang sehari-hari mengajar anak-anak di ruang belajar sederhana.
  • Dukungan terhadap perempuan prasejahtera tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga pada lingkungan sekitar.
  • Pendekatan pemberdayaan melalui program Mekaar tidak hanya berfokus pada pembiayaan usaha ultra mikro, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar nasabah dapat mandiri secara ekonomi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah pesatnya digitalisasi pendidikan, peran guru masih menjadi elemen penting dalam membangun karakter dan kemampuan dasar peserta didik. Hal tersebut tercermin dari kisah Hikayati, guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Serang, Banten, yang tetap mengajar meski dengan fasilitas belajar yang terbatas.

1. Proses belajar mengajar berlangsung secara rutin meski dengan fasilitas terbatas

WhatsApp Image 2026-01-29 at 8.54.29 AM.jpeg
Hikayati, guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Serang, Banten, yang tetap mengajar meski dengan fasilitas belajar yang terbatas. (dok. PNM)

Hikayati merupakan perempuan binaan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang sehari-hari mengajar anak-anak di ruang belajar sederhana tanpa meja dan kursi, dengan lantai sebagai alas belajar. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berlangsung secara rutin. "Memang belajar di lantai, tapi saya selalu mengajarkan kepada anak-anak untuk tetap punya mimpi yang tinggi," ujar Hikayati.

Selain berprofesi sebagai guru MDTA, Hikayati juga menjalankan usaha kecil untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan dari PNM Mekaar, ia dapat menjaga keberlangsungan usahanya tanpa meninggalkan aktivitas mengajar.

2. Meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus memberikan dampak ke lingkungan

Gedung PNM (dok. PNM)
Gedung PNM (dok. PNM)

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, mengatakan bahwa dukungan terhadap perempuan prasejahtera tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga pada lingkungan sekitar.

“Kisah Ibu Hikayati menunjukkan bahwa ketika seorang perempuan diberi akses untuk berdaya, ia tetap bisa mengabdi sambil menguatkan keluarganya. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh anak-anak yang ia didik,” ujar Dodot.

3. Program Mekaar turut melakukan pendampingan

Gedung PNM. (dok. PNM)
Gedung PNM. (dok. PNM)

Menurut PNM, pendekatan pemberdayaan melalui program Mekaar tidak hanya berfokus pada pembiayaan usaha ultra mikro, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar nasabah dapat mandiri secara ekonomi.

Kisah Hikayati menjadi gambaran peran ganda perempuan sebagai pendidik sekaligus pelaku usaha, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dasar dan ketahanan ekonomi keluarga di tingkat komunitas. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan
Follow Us

Latest in Business

See More

IHSG Ditutup Melemah 1,06 Persen, 521 Saham Kebakaran

29 Jan 2026, 16:57 WIBBusiness