Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Bear Market Kripto, Ini Strategi buat Menghadapinya!

Mengenal Bear Market Kripto, Ini Strategi buat Menghadapinya!
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Bear market kripto adalah fase penurunan harga panjang yang dipicu faktor makroekonomi dan psikologis, sering kali terjadi setelah aset mencapai all time high dan diikuti sentimen negatif pasar.
  • Investor disarankan menjaga modal lewat strategi Dollar-Cost Averaging, diversifikasi aset, serta fokus pada fundamental proyek kripto agar tetap rasional menghadapi tekanan pasar.
  • Fase bear market menjadi waktu ideal untuk memperdalam analisis teknikal dan fundamental, sekaligus memanfaatkan peluang seperti short selling saat tren turun terkonfirmasi secara teknikal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tekanan pada pasar kripto belakangan ini menimbulkan banyak kekhawatiran para investor.

Potensi penurunan harga aset kripto secara terus-menerus, terutama Bitcoin menjadi kekhawatiran para investor. Di dunia kripto sendiri, ada istilah bear market yang artinya fase penurunan harga yang tak terhindarkan dalam siklus pasar kripto.

Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang. Berbeda dari koreksi jangka pendek, bear market biasanya berlangsung berbulan-bulan hingga lebih dari setahun dan disertai sentimen negatif yang meluas.

Secara umum, bear market biasanya terjadi setelah aset mencetak level all time high (ATH) yang kemudian disusul dengan adanya koreksi pasar karena telah mengalami reli yang panjang. Tekanan jual kemudian diperkuat juga oleh faktor lainnya seperti kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, atau ketegangan geopolitik.

Bagi banyak investor, kondisi itu memicu panik dan keputusan yang bisa merugikan. Padahal, investor berpengalaman justru melihatnya sebagai kesempatan.

Pintu Academy merangkum lima strategi yang bisa dilakukan dalam menghadapi tekanan pasar

1. Sabar dalam memilih aset dan menargetkan harga beli

Mengenal Bear Market Kripto, Ini Strategi buat Menghadapinya!
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)

Saat harga turun lebih dari 20 persen , kebanyakan investor yang baru masuk kripto langsung mengalami kepanikan dan menjual semua aset mereka. Investor yang telah melewati beberapa fase bear market kerap memiliki cara pandang yang berbeda. Mereka melihat bear market sebagai fase di mana aset-aset undervalue dapat diakumulasi.

Hal-hal yang bisa dilakukan, antara lain:

● Buat watchlist aset yang diyakini fundamentalnya. Lakukan ini

● Tetapkan target harga beli berdasarkan analisis yang sudah dibuat. Salah satu pendekatannya adalah mengidentifikasi area support historis sebagai zona pembelian aset, sehingga keputusan beli sudah terencana sebelum harga benar-benar sampai di sana.

2. Proteksi modal

ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)

Prioritas utama di bear market adalah menjaga modal agar tidak tergerus dan mengambil keputusan yang didorong oleh bias yang menganggap penurunan aset adalah titik harga terendah sehingga mengalokasikan seluruh modalnya dalam 1 transaksi.

Strategi yang paling terbukti efektif untuk investor jangka panjang di kondisi ini adalah Dollar-Cost Averaging atau DCA, membeli aset secara rutin dalam jumlah tetap, terlepas dari harga pasar saat itu.

Simulasi DCA vs. Beli Sekaligus di Bear Market 2022:

Misalnya seorang investor memiliki modal Rp12 juta pada awal 2022 dan ingin mengalokasikannya ke Bitcoin.

● Investor A (All In)

Menginvestasikan seluruh Rp12 juta sekaligus saat harga BTC berada di sekitar 47 dolar AS. Ketika harga turun signifikan hingga akhir 2022, nilai portofolionya menyusut menjadi sekitar Rp3,9 juta, atau mengalami penurunan sekitar 67 persen.

● Investor B (DCA)

Mengalokasikan Rp1 juta per bulan selama 12 bulan. Dengan strategi ini, harga rata-rata pembeliannya berada di kisaran 28 ribu dolar AS.

Akibatnya, penurunan nilai portofolionya relatif lebih terkendali, dan ia mengakumulasi lebih banyak BTC untuk potensi pemulihan pada siklus berikutnya.

Aturan dasar manajemen risiko di bear market:

● Investasikan hanya uang yang tidak dibutuhkan setidaknya 1-2 tahun ke depan.

● Tetap simpan dana darurat minimal 6-9 bulan pengeluaran di luar crypto.

● Diversifikasi aset untuk mengelola risiko. Investor dapat menyebar modal ke beberapa kelas aset, seperti kripto dan saham, guna meningkatkan keseimbangan portofolio.

3. Fokus pada fundamental aset

ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)

Bear market seringkali mengekspos kelemahan proyek-proyek kripto yang tidak memiliki fundamental yang kuat. Banyak token yang tampak menjanjikan saat fase bull market ternyata hanya didorong oleh sentimen dan spekulasi, sehingga ketika memasuki bear market, harganya tidak pernah benar-benar pulih.

Dengan demikian, bear market bukan hanya menjadi fase seleksi bagi investor yang memiliki ketahanan mental dan disiplin yang tinggi, tetapi juga berfungsi sebagai seleksi alam bagi proyek-proyek kripto. Dalam fase itu, proyek dengan fundamental yang lebih kuat cenderung mampu bertahan, sementara yang lemah perlahan tersingkir dari pasar.

Itulah kenapa di bear market, Bitcoin secara historis menjadi prioritas utama akumulasi bagi investor. Sebagai aset dengan likuiditas tertinggi, adopsi institusional terbesar, dan rekam jejak pemulihan yang sudah terbukti di setiap siklus, Bitcoin adalah aset yang paling terbukti bisa keluar dari bear market dan mencetak ATH baru.

4. Pertajam skill dan analisis

ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)

Jika bull market merupakan fase untuk memanen hasil akumulasi sebelumnya, bear market adalah momentum ideal untuk membangun keterampilan dan memperdalam analisis. Fase itu memberikan ruang untuk belajar tanpa tekanan euforia pasar.

Trader atau investor yang memasuki bull market berikutnya dengan pemahaman yang lebih matang tentang dinamika pasar cenderung mampu mengambil keputusan yang lebih rasional, terukur, dan disiplin dibandingkan sebelumnya.

Hal-hal yang bisa dipelajari:

● Analisis Teknikal

Pelajari analisis teknikal yang dapat mencakup indikator, struktur, pola dan psikologi pasar. Perdalam juga pemahaman metrik on-chain seperti MVRV Z-Score untuk mengidentifikasi zona undervaluation dan overvaluation. Platform yang umum digunakan antara lain Tradingview, Bitcoin Magazine Pro, Glassnode atau CryptoQuant.

● Analisis Fundamental

Selain mempelajari fundamental aset seperti whitepaper, kegunaan, tokenomics dan lain-lain, pelajari juga bagaimana faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan likuiditas global dapat berkaitan dengan pergerakan pasar crypto. Analisis fundamental membantumu menilai kualitas aset, sementara pemahaman makro membantumu menentukan timing yang tepat. Kombinasi keduanya yang membedakan investor berbasis analisis dari spekulator yang hanya mengandalkan sentimen.

5. Short Selling

ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)

Di bear market, ada strategi yang memungkinkan trader yang tetap berpotensi menghasilkan keuntungan meski harga sedang turun, yaitu short selling.

Berbeda dengan proses beli dan jual di pasar spot, short selling adalah aktivitas trading yang dapat melibatkan leverage (https://pintu.co.id/academy/glossary/apa-itu-leverage) dan membuka posisi jual terhadap kontrak Futures, artinya ketika harga turun kamu bisa mendapatkan keuntungan.

Strategi Short selling bisa diterapkan di fitur Pintu Futures untuk perdagangan derivatif crypto.  

Kapan short selling efektif dimanfaatkan?

Short selling paling efektif digunakan dalam dua kondisi:

1. Saat tren turun sudah terkonfirmasi secara teknikal.

2. Saat ada relief rally, yaitu kenaikan harga sementara di tengah bear market yang bisa dimanfaatkan sebagai titik masuk pos isi short sebelum harga kembali melanjutkan penurunan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More