Win&Co Group Jajaki Akuisisi, Bidik Ekspansi ke FMCG

- Win&Co Group menjajaki ekspansi bisnis melalui akuisisi untuk memperkuat portofolio di sektor makanan, bahan baku, dan FMCG dengan fokus pada produk non-cokelat berpotensi tinggi.
- Pasar FMCG di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh 5–8 persen per tahun, sementara industri makanan dan minuman Indonesia mencatat pertumbuhan 6,15 persen pada triwulan II 2025.
- Perusahaan masih dalam tahap awal evaluasi sejumlah kandidat akuisisi yang dinilai memiliki potensi sinergi dengan strategi pengembangan bisnis Win&Co Group.
Jakarta, IDN Times - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau yang dikenal sebagai Win&Co Group tengah menjajaki peluang ekspansi bisnis melalui jalur organik maupun anorganik. Salah satu langkah yang disiapkan adalah potensi akuisisi guna memperkuat portofolio usaha di sektor makanan dan minuman.
CEO Win&Co Group Sugianto Soenario mengatakan, perseroan berencana memperluas pengembangan di sektor food and ingredients serta fast moving consumer goods (FMCG). Adapun kategori yang dibidik mencakup produk non-cokelat seperti biskuit, wafer, makanan ringan, hingga produk confectionery dengan prospek pertumbuhan tinggi.
"Sebagai perusahaan yang terus berkembang, kami melihat pentingnya memperkuat kapabilitas bisnis melalui kemitraan strategis maupun potensi akuisisi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperluas jangkauan bisnis serta memperkuat posisi perusahaan di pasar regional maupun global,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
1. Pasar FMCG di Indonesia mengalami peningkatan hingga 8 persen

Ia mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas skala bisnis serta memperkuat kapabilitas operasional guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Melalui potensi akuisisi tersebut, Win&Co Group berharap dapat mempercepat pengembangan jaringan distribusi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas penetrasi pasar di tingkat regional maupun global.
"Sejalan dengan strategi tersebut, kawasan Asia Tenggara menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat, khususnya pada sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Berdasarkan berbagai laporan industri, pasar FMCG di kawasan ini diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) di kisaran 5 persen–8 persen," tegasnya.
2. Industri makanan dan minuman jadi kontributor utama FMCG, tumbuh 15,6 persen

Ia menyebut, Euromonitor International menilai Asia Tenggara sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk produk konsumsi. Sejumlah kategori FMCG bahkan mencatat pertumbuhan di atas rata-rata global, seiring meningkatnya kelas menengah dan penetrasi ritel modern.
"Di Indonesia, kinerja sektor ini juga tetap solid. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri makanan dan minuman kontributor utama FMCG tumbuh 6,15 persen pada triwulan II 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional dan mencerminkan kuatnya permintaan produk konsumsi," ujarnya.
3. Proses dalam penjajakan terhadap sejumlah kandidat

Menurut Sugianto, saat ini proses tersebut masih berada pada tahap awal penjajakan, di mana perusahaan tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah kandidat yang dinilai memiliki potensi sinergi dengan arah pengembangan bisnis Win&Co Group.
Ke depan, perusahaan akan terus melakukan kajian mendalam untuk memastikan setiap langkah strategis yang diambil mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan.


















