Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Intel Kesulitan Penuhi Permintaan Chip AI, Saham Anjlok 13 Persen

Intel Kesulitan Penuhi Permintaan Chip AI, Saham Anjlok 13 Persen
Intel (unsplash.com/Rubaitul Azad)
Intinya sih...
  • Permintaan chip server meningkat tajam, Intel kesulitan memenuhi pesanan
  • Saham Intel anjlok 13 persen setelah proyeksi pendapatan di bawah perkiraan pasar
  • Produksi chip Panther Lake menekan margin keuntungan Intel karena hasil produksi masih di bawah target
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Intel menyatakan mengalami kesulitan memenuhi permintaan chip server untuk pusat data berbasis akal imitasi (AI) pada Kamis (22/1/2026). Perusahaan memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal I tahun ini bakal berada di bawah perkiraan pasar, yang memicu penurunan harga saham hingga 13 persen.

Saham Intel yang sebelumnya menguat sekitar 40 persen dalam sebulan terakhir langsung tertekan akibat masalah rantai pasok. Di tengah kondisi tersebut, Intel baru saja merilis chip terbaru untuk laptop, sementara krisis chip memori global turut menekan penjualan komputer pribadi (PC).

1. Lonjakan permintaan chip server ganggu proyeksi pendapatan Intel

Intel mengungkapkan, permintaan chip server konvensional meningkat tajam secara tak terduga, seiring percepatan pembangunan pusat data kecerdasan buatan oleh perusahaan teknologi besar. Meski pabrik Intel telah beroperasi dengan kapasitas penuh, perusahaan masih kesulitan memenuhi seluruh pesanan, sehingga kehilangan sebagian peluang penjualan menguntungkan di segmen data center.

Kepala Keuangan Intel, David Zinsner mengatakan, lonjakan permintaan AI juga mengejutkan para penyedia layanan komputasi awan, yang kini bergegas memperbarui armada chip lama karena penurunan kinerja jaringan.

“Mereka semua sedikit terkejut,” ujar Zinsner, dikutip dari The Globe and Mail.

Untuk kuartal I-2026, Intel memproyeksikan pendapatan sebesar 11,7 miliar dolar AS (Rp196,5 triliun) hingga 12,7 miliar dolar AS (Rp213,3 triliun), di bawah perkiraan analis yang mencapai 12,51 miliar dolar AS (Rp210,1 triliun). Perusahaan juga memperkirakan laba disesuaikan akan berada pada posisi impas, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 5 sen per saham.

2. Saham Intel anjlok usai proyeksi pendapatan lemah

Saham Intel merosot 13 persen dalam perdagangan pra-pasar pada Jumat (23/1), setelah perusahaan mengumumkan proyeksi pendapatan yang berada di bawah perkiraan pasar. Penurunan tajam ini menghapus sebagian besar keuntungan yang dicapai sebulan terakhir, meskipun hasil kuartal IV-2025 tercatat lebih baik dari ekspektasi.

Dilansir dari Channel News Asia, CEO Intel, Lip-Bu Tan menyampaikan kekecewaannya atas ketidakmampuan perusahaan memenuhi lonjakan permintaan jangka pendek. Ia menekankan keterbatasan kapasitas produksi menjadi tantangan utama di tengah meningkatnya kebutuhan chip untuk pusat data AI.

Sementara itu, Chief Investment Officer Running Point Capital Michael Schulman menilai, proses pemulihan Intel terhambat oleh kendala pasokan, bukan lemahnya permintaan. Menurutnya, posisi tersebut membuat pemulihan keuangan Intel tertunda meski perusahaan memiliki produk kompetitif dan minat pelanggan yang kuat.

3. Produksi chip Panther Lake tekan margin Intel

Intel mulai mengirimkan chip PC “Panther Lake” pertama yang dibangun dengan teknologi manufaktur 18A. Namun, tahap awal peningkatan produksi menekan margin keuntungan karena tingkat hasil produksi masih di bawah target. CEO Lip-Bu Tan menyebutkan bahwa capaian yield sejauh ini sesuai rencana internal perusahaan, tetapi masih belum memenuhi standar ideal yang diharapkannya.

Krisis global chip memori turut memperburuk situasi, menyebabkan harga PC meningkat tajam. Pasokan diperkirakan mencapai titik terendah pada kuartal pertama 2026 dan mulai membaik pada kuartal kedua. Di tengah kondisi itu, Intel kehilangan sebagian pangsa pasar PC-nya ke pesaing seperti AMD dan Arm Holdings.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Uni Eropa Perpanjang Penangguhan Tarif Balasan untuk Barang AS

24 Jan 2026, 20:26 WIBBusiness