Ilustrasi trading (pexels.com/AlphaTradeZone)
Jebakan FOMO berikutnya yang sering membuat dompet boncos adalah penggunaan leverage atau margin secara berlebihan. Fitur ini memang memungkinkan trader membuka posisi yang lebih besar dibanding modal yang dimiliki. Namun, semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin besar pula risiko kerugiannya. Banyak trader pemula tergoda memakai leverage tinggi karena melihat potensi keuntungan yang besar dalam waktu singkat.
Sayangnya, pergerakan harga crypto yang sangat volatil dapat membuat posisi terkena likuidasi hanya dalam hitungan menit. Akibatnya, modal yang sudah dikumpulkan bisa habis dalam sekejap. Jika kamu masih pemula, sebaiknya fokus memahami manajemen risiko terlebih dahulu sebelum menggunakan fasilitas leverage. Jangan sampai keinginan mengejar cuan cepat justru berujung kehilangan seluruh modal investasi.
FOMO merupakan salah satu musuh terbesar bagi investor crypto, terutama bagi mereka yang baru terjun ke pasar aset digital. Membeli di puncak tren, tergiur koin gorengan, mengabaikan DYOR, melakukan panic selling, hingga memakai leverage berlebihan adalah beberapa kesalahan yang sering membuat dompet boncos.
Agar investasi crypto lebih aman, biasakan mengambil keputusan berdasarkan data dan analisis, bukan karena emosi atau tekanan dari tren yang sedang berlangsung. Dengan disiplin dan manajemen risiko yang baik, peluang untuk bertahan dan berkembang di pasar crypto akan jauh lebih besar.