5 Fakta Penting Kenapa Gen Z Diprediksi Jadi Generasi TerKaya di Dunia

- Riset Bank of America memprediksi Gen Z akan jadi generasi dengan kekuatan ekonomi terbesar sekitar tahun 2035 berkat lonjakan pendapatan global dan pertumbuhan aset lintas generasi.
- Perpindahan kekayaan besar dari Baby Boomers serta kemampuan Gen Z memanfaatkan ekonomi digital mempercepat akumulasi aset melalui bisnis, investasi, dan sumber penghasilan beragam.
- Dengan populasi mencapai 30% dunia dan pola konsumsi yang membentuk arah industri, Gen Z diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi global di masa depan.
Kalau selama ini Gen Z sering diasosiasikan dengan istilah doom spending, sulit beli rumah, atau hidup dari gaji ke gaji, prediksi ini memang terasa mengejutkan. Faktanya, dilansir nbcphiladelphia.com, riset terbaru dari Bank of America justru melihat masa depan finansial Gen Z sangat besar dalam 10–15 tahun ke depan.
Generasi ini diproyeksikan menjadi kelompok dengan kekuatan ekonomi paling besar secara global sekitar tahun 2035. Hal itu didorong oleh kombinasi jumlah populasi yang besar, pertumbuhan pendapatan, serta perpindahan aset lintas generasi.
Meski kondisi saat ini masih penuh tantangan, arah jangka panjangnya menunjukkan peluang kekayaan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Supaya lebih jelas, berikut lima fakta penting kenapa Gen Z disebut-sebut bakal jadi generasi terkaya di dunia.
1. Lonjakan pendapatan global yang sangat besar

Fakta paling mencolok datang dari proyeksi pendapatan Gen Z secara global. Bank of America memperkirakan dalam sekitar lima tahun ke depan, total pendapatan generasi ini bisa mencapai 36 triliun dolar AS. Angka itu bahkan diproyeksikan melonjak menjadi 74 triliun dolar AS pada sekitar 2040. Jika dibandingkan pada 2023, nilainya masih berada di sekitar 9 triliun dolar AS.
Kenaikan secepat ini menunjukkan kamu dan generasi seumuran sedang masuk fase produktif dengan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih cepat. Banyak Gen Z mulai memasuki usia karier matang, naik jabatan, atau membangun bisnis digital sendiri. Kombinasi usia produktif dan peluang ekonomi global inilah yang membuat potensi kekayaannya melonjak drastis.
2. Transfer kekayaan dari generasi sebelumnya

Salah satu alasan terbesar datang dari perpindahan aset dari generasi Baby Boomers ke generasi yang lebih muda. Tim riset BofA Global Research menjelaskan bahwa perpindahan warisan aset besar-besaran akan membuat Gen Z dan milenial memegang keputusan finansial yang jauh lebih besar di masa depan.
Artinya, kekayaan Gen Z nantinya gak hanya berasal dari hasil kerja, tapi juga dari aset keluarga seperti properti, investasi, saham, atau bisnis yang diwariskan. Situasi ini menjadi momentum penting karena akses terhadap modal sering kali mempercepat pertumbuhan kekayaan jauh lebih cepat daripada hanya mengandalkan pendapatan bulanan.
3. Gen Z sangat dekat dengan ekonomi digital

Gen Z adalah generasi pertama yang tumbuh penuh dengan internet, aplikasi, dan ekosistem digital. Kebiasaan ini membuat mereka lebih cepat menangkap peluang dari ekonomi modern seperti freelance global, konten digital, creator economy, investasi online, sampai bisnis berbasis AI. Bank of America juga menilai preferensi finansial Gen Z sudah mulai mengubah arah pasar dan industri.
Kedekatan dengan teknologi membuat peluang penghasilan mereka jauh lebih banyak dibanding generasi sebelumnya. Dulu orang cenderung bergantung pada satu pekerjaan utama, sementara sekarang Gen Z bisa punya gaji kantor, side hustle, monetisasi media sosial, sampai pendapatan pasif dari aset digital. Diversifikasi ini menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan kekayaan.
4. Jumlah populasi mereka akan mendominasi

Selain faktor uang, ukuran populasi juga jadi alasan besar. Dalam 10 tahun ke depan, Gen Z diperkirakan akan mencapai sekitar 30% dari populasi global. Saat sebuah generasi menjadi kelompok terbesar, otomatis pengaruhnya terhadap ekonomi, pola konsumsi, dan arah pasar juga makin kuat.
Artinya, daya tawar generasi ini akan semakin tinggi. Perusahaan, brand, industri hiburan, fintech, hingga sektor pendidikan akan menyesuaikan produk mereka dengan kebutuhan Gen Z. Ketika pasar mengikuti gaya hidup suatu generasi, peluang bisnis dan akumulasi kekayaan di dalamnya ikut melebar.
5. Pola konsumsi mereka justru menggerakkan ekonomi

Meski sering dikritik lebih suka belanja pengalaman seperti traveling, konser, atau hiburan, pola konsumsi Gen Z justru dianggap sebagai pendorong ekonomi global berikutnya. Bank of America melihat pertumbuhan belanja kebutuhan primer dan tersier Gen Z lebih cepat dibanding rata-rata populasi secara keseluruhan. Tren ini menunjukkan bahwa preferensi belanja mereka semakin membentuk arah industri, mulai dari gaya hidup, teknologi, sampai sektor jasa.
Menariknya, kebiasaan belanja ini gak selalu identik dengan perilaku boros. Pola tersebut justru menunjukkan kekuatan ekonomi yang nyata karena generasi ini menjadi target utama inovasi bisnis, investasi, dan lapangan kerja baru. Dari sinilah siklus kekayaan terus tumbuh karena uang yang mereka hasilkan ikut memutar peluang ekonomi baru.
Prediksi bahwa Gen Z akan menjadi generasi terkaya di dunia tidak muncul tanpa alasan. Lonjakan pendapatan, transfer kekayaan, dominasi teknologi, jumlah populasi besar, sampai pengaruh konsumsi global menjadi fondasi utamanya. Meski hari ini banyak Gen Z masih merasa tertinggal secara finansial, arah jangka panjangnya justru terlihat sangat menjanjikan.
Kamu bisa melihat ini sebagai pengingat bahwa masa depan finansial besar bukan sekadar mimpi, asalkan peluang digital, investasi, dan pengelolaan uang mulai dibangun dari sekarang. Jadi, generasi terkaya itu juga ditentukan oleh seberapa siap kamu memanfaatkan momentum.



















