4 Kerusakan yang Kerap Terjadi pada Emas jika Disimpan di Rumah

- Goresan pada permukaan emas sering diakibatkan oleh gesekan dengan benda keras lain, mengurangi nilai estetika saat dijual.
- Emas rentan mengalami perubahan warna menjadi kusam akibat paparan udara lembab dan debu berlebih, mempengaruhi nilai jualnya.
- Paparan bahan kimia seperti parfum atau cairan pembersih dapat merusak permukaan emas secara perlahan, menurunkan nilai jualnya.
Menyimpan emas di rumah sering dianggap sebagai pilihan yang praktis dan aman karena pemilik dapat mengawasi asetnya secara langsung. Namun, tanpa adanya penanganan dan tempat penyimpanan yang tepat, emas jbisa sangat berisiko mengalami kerusakan yang dapat menurunkan nilai dan kualitas secara keseluruhan.
Banyak orang yang tidak menyadari emas, terutama dalam bentuk perhiasan atau batangan, tetap memerlukan proteksi khusus dari lingkungan sekitarnya. Ada beberapa kerusakan yang ternyata rentan terjadi pada emas apabila disimpan di rumah, sehingga wajib diwaspadai.
1. Goresan pada permukaan emas

Goresan pada permukaan emas ternyata sering diakibatkan oleh gesekan dengan benda keras lain ketika disimpan tanpa pembungkus yang tepat. Kondisi ini umum dialami saat emas perhiasan atau batangan diletakkan bersamaan dengan logam lain pada satu tempat penyimpanan yang sama.
Meski mungkin terlihat sepele, namun ternyata goresan bisa mengurangi nilai estetika saat menjual emas, terutama untuk perhiasan yang memiliki desain detail. Dalam jangka panjang, permukaan yang memiliki goresan justru akan sulit dipoles kembali tanpa mengurangi berat emas.
2. Perubahan warna atau kusam

Emas yang disimpan di dalam rumah ternyata sangat rentan mengalami perubahan warna menjadi kusam akibat paparan udara lembab hingga debu berlebih. Reaksi seperti ini cepat terjadi apabila emas sering disentuh tangan tanpa dibersihkan terlebih dahulu.
Kondisi kusam ternyata bisa membuat emas terlihat kurang menarik dan terkesan tidak terawat, sehingga hal ini dapat mempengaruhi nilai jual atau gadainya di kemudian hari. Proses pemulihan kilau emas biasanya memerlukan perawatan khusus yang akan memakan waktu dan biaya tambahan, sehingga harus diperhatikan.
3. Kerusakan akibat bahan kimia

Paparan bahan kimia dari parfum, cairan pembersih, atau kosmetik ternyata sangat rentan merusak permukaan emas secara perlahan. Zat kimia justru bisa meninggalkan noda atau lapisan tipis yang sulit dihilangkan apabila menempel terlalu lama, sehingga bakal menurunkan nilai jualnya.
Kerusakan yang diakibatkan paparan bahan kimia sering tidak terlihat secara langsung, namun efeknya akan muncul seiring berjalannya waktu. Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat mengurangi kualitas emas dan menurunkan nilai jualnya secara signifikan di kemudian hari.
4. Penyok atau berubah bentuk

Emas memiliki sifat lunak, sehingga sangat rentan mengalami penyok atau perubahan bentuk apabila ditekan dengan benda yang terlalu berat. Risiko ini biasanya meningkat apabila emas disimpan tanpa perlindungan di dalam laci atau brankas yang terlalu penuh.
Perubahan bentuk bukan hanya merusak tampilannya, namun juga bisa menyulitkan proses perbaikan karena memerlukan penanganan dari profesional. Pada beberapa kasus, ternyata perbaikan dapat menyebabkan penyusutan berat emas secara signifikan, sehingga akan berdampak pada nilai dan harga yang ditawarkan.
Menyimpan emas di rumah memberikan kemudahan, namun tetap memerlukan perhatian ekstra agar kualitasnya terjaga dengan baik. Dengan memahami berbagai risiko kerusakan dan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, emas tetap bisa awet, bernilai tinggi, dan siap dimanfaatkan kapan pun diperlukan. Simpanlah emas dengan metode penyimpanan yang tepat dan sesuai agar kondisinya terjaga dengan baik!


















