Bisnis pakaian thrift menawarkan peluang keuntungan dari penjualan pakaian bekas yang masih layak pakai dan diminati pasar. Namun, keuntungan tersebut sangat bergantung pada kualitas stok yang berhasil diperoleh dari pemasok. Jika salah memilih barang sejak awal, pelaku usaha bisa menghabiskan modal untuk pakaian yang sulit dijual, membutuhkan banyak perbaikan, atau bahkan tidak layak ditawarkan kepada pelanggan.
Masalahnya, stok yang terlihat menarik saat dibeli belum tentu memberikan hasil yang sama ketika mulai dipasarkan. Ada biaya penyortiran, pencucian, perbaikan, dan penyimpanan yang perlu diperhitungkan sebelum barang menghasilkan pemasukan. Yuk, kenali lima kesalahan memilih stok thrift yang bisa berujung kerugian besar agar modal usaha tidak habis untuk persediaan yang salah.
