Saat melihat aplikasi investasi, perhatian investor biasanya langsung tertuju pada grafik harga. Kalau grafiknya naik, investasi terlihat menguntungkan. Sebaliknya, grafik turun kerap dianggap rugi atau investasi tersebut sedang berisiko.
Padahal, grafik harga hanya menunjukkan sebagian kecil dari risiko investasi. Ada risiko lain yang tidak selalu terlihat dari pergerakan harga, tetapi bisa memengaruhi nilai uang dan keputusan investor. Dilansir Investor.gov, semua investasi memiliki tingkat risiko tertentu. Risiko tersebut tidak hanya berupa naik-turunnya harga, tetapi juga mencakup risiko inflasi, likuiditas, suku bunga, hingga kondisi perusahaan penerbit investasi.
