Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Saham Undervalued Pilihan yang Berpotensi Cuan Jangka Panjang

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)
Ilustrasi pasar saham (freepik.com)

Investasi nilai (value investing) tetap menjadi salah satu strategi paling solid untuk membangun kekayaan, terutama di 2026 ketika volatilitas pasar dan tekanan inflasi mendorong investor mencari stabilitas. Inti dari strategi ini adalah menemukan perusahaan dengan kinerja laba yang kuat namun diperdagangkan pada valuasi rendah, yang tercermin dari rasio harga seperti price-to-earnings (P/E) dan price-to-sales (P/S). Rasio-rasio ini sering menjadi indikator bahwa sebuah saham masih berada di bawah nilai wajarnya.

Secara sederhana, investor nilai percaya bahwa pasar pada akhirnya akan menghargai perusahaan yang mampu menghasilkan laba lebih besar dibandingkan harga sahamnya saat ini. Karena diperdagangkan di bawah potensi nilai sebenarnya, saham-saham ini menawarkan peluang keuntungan jangka panjang yang menarik. Untuk membantumu berinvestasi secara cerdas tanpa harus membeli saham mahal, berikut lima saham value terbaik yang layak dipertimbangkan saat ini, berdasarkan metrik yang telah teruji.

1. Berkshire Hathaway (BRK.B)

Warren Buffett (instagram.com/officialwarrenbuffett)
Warren Buffett (instagram.com/officialwarrenbuffett)
  • Harga saham: US$502,64
  • Kapitalisasi pasar: US$1,08 triliun
  • Rasio P/E: 0,011
  • Harga tertinggi 52 minggu: US$542,07
  • Harga terendah 52 minggu: US$440,10

Rasio valuasi hanyalah satu bagian dari proses menilai sebuah perusahaan, namun berfokus pada saham dengan valuasi menarik telah lama menjadi strategi yang terbukti efektif. Pendekatan ini juga identik dengan Warren Buffett, sosok legendaris di balik kesuksesan Berkshire Hathaway. Filosofi investasinya yang disiplin menjadi alasan utama mengapa saham ini terus dihormati di pasar.

Meski Buffett telah mengumumkan rencananya untuk mundur pada akhir 2025 dan menyerahkan kepemimpinan kepada Greg Abel, CEO Berkshire Hathaway Energy, saham ini masih dipandang menarik untuk jangka panjang. Seperti kata Buffett, “Harga adalah apa yang kamu bayar, nilai adalah apa yang kamu dapatkan.”

2. Target (TGT)

Logo Target (corporate.target.com)
Logo Target (corporate.target.com)
  • Harga saham: US$97,70
  • Kapitalisasi pasar: US$44,21 miliar
  • Rasio P/E: 11,85
  • Harga tertinggi 52 minggu: US$245,08
  • Harga terendah 52 minggu: US$83,44

Tidak semua saham murah berarti peluang bagus. Sebagian justru termasuk “value trap,” yaitu saham yang murah karena bisnisnya sedang menurun. Target sempat mengalami tekanan akibat melemahnya belanja konsumen, masalah inventaris, hingga sorotan publik terkait kebijakan internal dan meningkatnya pencurian.

Namun, dengan rasio P/E sekitar 11 pada akhir 2025, valuasi Target tergolong wajar untuk perusahaan ritel besar sekaligus Dividend King. Meski performa sahamnya sempat tertekan, Target tetap membuka gerai baru dan mempertahankan posisi unik di industrinya, menjadikannya menarik bagi investor nilai.

3. Comcast Corp (CMCSA)

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)
Ilustrasi pasar saham (freepik.com)
  • Harga saham: US$29,70
  • Kapitalisasi pasar: US$108,48 miliar
  • Rasio P/E: 4,94
  • Harga tertinggi 52 minggu: US$38,94
  • Harga terendah 52 minggu: US$25,75

Investor value biasanya membandingkan harga saham dengan laba aktual perusahaan. Dalam hal ini, Comcast tampak sangat undervalued karena diperdagangkan pada forward P/E sekitar 6,6 kali, jauh di bawah rata-rata historisnya yang mendekati 12,8 kali. Jika valuasi ini kembali normal, potensi kenaikan harga sahamnya bisa cukup signifikan.

4. Allstate Corp (ALL)

Ilustrasi portofolio investasi (freepik.com)
Ilustrasi portofolio investasi (freepik.com)
  • Harga saham: US$209,04
  • Kapitalisasi pasar: US$54,70 miliar
  • Rasio P/E: 6,77
  • Harga tertinggi 52 minggu: US$215,89
  • Harga terendah 52 minggu: US$176,00

Meski pasar saham penuh ketidakpastian, sektor asuransi sering kali menjadi penopang stabilitas. Banyak analis memberikan rekomendasi “Buy” untuk saham Allstate, dengan target harga rata-rata US$223,86. Proyeksi ini menunjukkan potensi kenaikan sekitar 7% dalam satu tahun ke depan, menjadikannya pilihan defensif yang menarik.

5. General Motors Co (GM)

Ilustrasi portofolio investasi (freepik.com)
Ilustrasi portofolio investasi (freepik.com)
  • Harga saham: US$80,80
  • Kapitalisasi pasar: US$75,36 miliar
  • Rasio P/E: 16,25
  • Harga tertinggi 52 minggu: US$83,04
  • Harga terendah 52 minggu: US$41,06

Rasio P/E membantu investor memahami berapa harga yang harus dibayar untuk setiap dolar laba perusahaan, sementara rasio P/S menunjukkan nilai saham terhadap pendapatan. General Motors menonjol sebagai salah satu produsen otomotif terbesar dunia sekaligus pemain kuat di industrinya.

Meski saham GM sempat berfluktuasi akibat rendahnya ekspektasi pertumbuhan serta ketidakpastian tarif dan perdagangan, prospeknya membaik seiring perubahan kebijakan dan kemampuan manajemen memangkas proyek yang merugi. Faktor-faktor ini membuat GM tetap relevan sebagai saham value di tahun 2026.

Pada akhirnya, strategi value investing tetap relevan bagi investor yang mengutamakan fundamental dan disiplin jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian pasar dan tekanan ekonomi global. Dengan memilih saham-saham yang memiliki valuasi menarik, kinerja keuangan solid, serta prospek bisnis yang jelas, investor berpeluang memperoleh imbal hasil yang optimal seiring waktu. Seperti halnya strategi investasi lainnya, kesabaran dan riset mendalam menjadi kunci utama untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari saham value.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi untuk 100 Pelaku UMK

21 Jan 2026, 12:48 WIBBusiness