Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Mesti Kamu Ceklis Sebelum Memutuskan Investasi Tahun Ini

ilustrasi Investasi
ilustrasi Investasi (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Arus kas bulanan harus seimbang agar investasi tidak menambah stres finansial.
  • Dana darurat perlu disiapkan untuk menghindari penarikan investasi pada waktu yang tidak tepat.
  • Melihat kembali total cicilan utang penting sebelum mulai berinvestasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Investasi dinilai sebagai cara paling tepat untuk mengembangan aset dan kekayaan. Kendati begitu, investasi tidak bisa dilakukan sembarangan karena alih-alih untung, kamu malah bisa jadi buntung.

Kamu mesti punya strategi yang sesuai dengan profil dan tujuan keuangan pribadi sebelum benar-benar memutuskan berinvestasi. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan beberapa hal berikut ini sebelum berinvestasi pada 2026.

1. Arus kas

ilustrasi mencatat arus kas (pexels.com/olia danilevich)
ilustrasi mencatat arus kas (pexels.com/olia danilevich)

Mengutip situs Ruang Menyala, hal pertama yang wajib kamu cek sebelum berinvestasi adalah arus kas bulanan. Kamu perlu pastikan pemasukan dan pengeluaran sudah seimbang atau idealnya masih ada sisa yang konsisten setiap bulannya.

Investasi datang dari uang yang tidak mengganggu kebutuhan atau kerap disebut sebagai uang dingin. Jika arus kas kamu masih minus, investasi justru bisa menjadi sumber stres karena kamu akan terus merasa tertekan menutup kebutuhan lain.

2. Dana darurat

Ilustrasi dana darurat
Ilustrasi dana darurat (IDN Times/Aditya Pratama)

Dana darurat punya fungsi sebagai penyangga saat terjadi hal-hal di luar dugaan seperti kehilangan penghasilan, kebutuhan medis, atau pengeluaran mendadak lainnya.

Tanpa dana darurat yang memadai, investasi berisiko ditarik pada waktu tidak tepat, bahkan saat nilainya sedang turun. Maka dari itu, dana darurat harus kamu siapkan sebelum benar-benar fokus investasi.

3. Beban utang

Ilustrasi utang (IDN Times/Nathan Manaloe)
Ilustrasi utang (IDN Times/Nathan Manaloe)

Sebelum mulai investasi, penting bagi kamu untuk melihat kembali total cicilan yang masih berjalan. Utang dengan bunga tinggi, terutama yang bersifat konsumtif bisa menghambat kemampuanmu untuk konsisten berinvestasi.

Pada banyak kasus, mengurangi beban utang justru memberikan dampak keuangan yang lebih terasa dibandingkan hasil investasi kecil di tahap awal.

4. Tujuan investasi

Ilustrasi investor
Ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Investasi tanpa tujuan biasanya akan berakhir ada keputusan impulsif. Menentukan tujuan akan membantu kamu memahami jangka waktu, kebutuhan dana, dan strategi yang tepat.

Investasi biasanya punya tujuan untuk kebutuhan dalam beberapa tahun atau jangka panjang. Dengan tujuan jelas, kamu tidak mudah tergoda untuk berpindah-pindah instrumen hanya karena ikut tren.

5. Profil risiko

ilustrasi mempelajari profil risiko (pexels.com/Tiger Lily)
ilustrasi mempelajari profil risiko (pexels.com/Tiger Lily)

Setiap orang memiliki tingkat kenyamanan berbeda terhadap risiko. Ada yang tenang melihat investasi naik turun dan ada pula yang langsung cemas.

Mengenali profil risiko membantu kamu memilih instrumen yang sesuai dengan kondisi psikologis dan finansialmu. Investasi yang tepat bukan yang keuntungannya paling besar, tapi yang bisa kamu jalani dengan konsisten tanpa tekanan berlebih.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

8 Kesalahan Ini Jadi Penyebab Banyak Orang Salah Beli Rumah

21 Jan 2026, 10:33 WIBBusiness