Jakarta, IDN Times - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut setelah penghentian perdagangan atau trading halt dibuka pada Jumat, (16/10/2026) pukul 09.31 WIB.
IHSG melemah hingga 653,83 poin atau -11,15 persen ke level 5.209,95. Pagi tadi, perdagangan IHSG langsung disetop, karena sejak pra-perdagangan, IHSG merosot 8,01 persen atau minus 469,92 poin ke 5.393,92.
Perdagangan IHSG disetop alias trading halt usai MSCI Inc mengumumkan pertimbangan untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal itu dilatarbelakangi oleh reformasi pasar modal yang dinilai belum terimplementasi di Indonesia.
Hingga pukul 09.40 WIB, IHSG melemah 11,1 persen atau minus 650,7 poin ke level 5.213,08. Level terendah IHSG hari ini adalah 5.193,22, dan tertingginya 5.404,51.
Investor telah membukukan transaksi senilai Rp5,41 triliun, dengan volume perdagangan 16,66 miliar lembar saham, dan frekuensi sebanyak 380,5 ribu kali.
Hanya ada 16 saham yang masih bergerak di zona hijau, sebanyak 738 melemah, dan 209 stagnan.Jika IHSG melemah lebih dari delapan persen, maka Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt selama 30 menit.
Lalu, trading halt bisa dilanjutkan kembali selama 30 menit apabila IHSG melemah lebih dari 15 persen. Jika, IHSG melemah lebih dari 20 persen, maka BEI akan memberlakukan trading suspend sampai akhir sesi perdagangan, atau lebih dari satu sesi perdagangan apabila mendapat persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
