Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perempuan Kartasura Ini Buktikan Usaha Kecil Bisa Topang Ekonomi
kisah Nia Anggraini, warga Purwogondo, Kartasura, yang berhasil mengembangkan usaha tahu hingga menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya. (dok. BRI)
  • Nia Anggraini, warga Kartasura, sukses mengubah usaha tahu rumahan yang dimulai saat cuti melahirkan menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.
  • Melalui program PNM Mekaar dan Senyum Incubation Program 2024, Nia mendapat akses pembiayaan, pelatihan, serta jaringan bisnis yang memperkuat pengembangan usahanya.
  • Usaha tahu Nia kini menopang ekonomi keluarga sekaligus mencerminkan keberhasilan ekosistem Ultra Mikro dalam memberdayakan perempuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang perempuan di Kartasura berhasil mengembangkan usaha tahu rumahan yang kini menjadi sumber penghidupan utama keluarganya serta contoh pemberdayaan ekonomi perempuan.
  • Who?
    Nia Anggraini, warga Purwogondo, Kartasura, bersama keluarganya, dengan dukungan program PNM Mekaar dan ekosistem Ultra Mikro BRI.
  • Where?
    Kegiatan usaha dilakukan di Purwogondo, Kartasura, Jawa Tengah, dengan pelatihan tambahan di Rumah BUMN Yogyakarta.
  • When?
    Usaha dimulai sejak tahun 2014 dan terus berkembang hingga saat ini; Nia juga mengikuti Senyum Incubation Program 2024.
  • Why?
    Nia memulai usaha tahu saat cuti melahirkan untuk menambah penghasilan keluarga dan kemudian menjadikannya sebagai sumber ekonomi utama rumah tangga.
  • How?
    Melalui ketekunan menjalankan produksi tahu rumahan, memanfaatkan pembiayaan serta pendampingan dari PNM Mekaar dan pelatihan peningkatan kualitas produk serta jaringan usaha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perempuan memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi keluarga. Hal ini tecermin dari kisah Nia Anggraini, warga Purwogondo, Kartasura, yang berhasil mengembangkan usaha tahu hingga menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya.

1. Berawal dari cuti melahirkan, kini jadi usaha utama

kisah Nia Anggraini, warga Purwogondo, Kartasura, yang berhasil mengembangkan usaha tahu hingga menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya. (dok. BRI)

Nia awalnya bekerja sebagai tenaga pemasaran sebelum akhirnya merintis usaha tahu saat menjalani cuti melahirkan. Usaha tersebut dimulai secara sederhana untuk mengisi waktu luang, tapi perlahan berkembang menjadi sumber penghasilan utama.

Dalam perjalanannya, Nia menghadapi tantangan dalam menjalankan peran sebagai ibu, istri, sekaligus pengusaha. Meski demikian, ia terus mengembangkan usaha dengan ketekunan hingga mampu menjangkau lebih banyak pelanggan.

2. PNM Mekaar bantu akses pembiayaan dan jaringan

Pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar yang berjualan di PNM Liga Nusantara 2024/2025. (dok. PNM)

Perkembangan usaha Nia semakin terarah setelah bergabung dengan program PNM Mekaar yang merupakan bagian dari ekosistem ultra mikro bersama BRI. Bagi Nia, program tersebut tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membuka peluang jejaring usaha. “Yang paling terasa adalah networking yang semakin luas,” ujarnya.

Salah satu pengalaman penting dalam perjalanannya adalah saat mengikuti Senyum Incubation Program 2024 di Rumah BUMN Yogyakarta. Program ini memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk serta strategi pengembangan usaha.

3. Dorong pemberdayaan perempuan dan ekonomi nasional

Menuju tiga tahun terbentuknya Holding Ultra Mikro (UMi), sejumlah capaian yang impresif terus dibuktikan oleh ketiga entitas, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Seiring waktu, usaha tahu yang dirintis sejak 2014 kini dikelola bersama keluarga dan menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga, termasuk untuk mendukung pendidikan anak.

Di sisi lain, ekosistem Holding Ultra Mikro juga mencatat capaian positif. Sepanjang 2025, sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas, menunjukkan keberhasilan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan komitmen dalam mendorong pemberdayaan perempuan.

“BRI bersama PNM dan Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem yang terintegrasi, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan nasional,” ujarnya.

Menutup kisahnya, Nia menyampaikan pesan bagi perempuan lain untuk berani memulai usaha. “Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya yang dipikirkan. Semoga keberuntungan selalu menyertai perempuan yang ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga,” tuturnya. (WEB)

Editorial Team