Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Abu-Abu
ilustrasi pasangan kekasih memandangi senja (pexels.com/Afeez Adeleke)

Lukaku selalu luput dari matamu

Ia seperti ketiadaan yang tak pernah ditemukan

Dibalut dengan rapi oleh senyuman

Selalu disogok oleh harapan semu

Aku menusuk segala bentuk ancaman

Tidak mungkin kuulangi kelemahan

Bara matamu menerka-nerka

Tapi aku kuat menahan rasa meski rapuh di dalam

Kita tersesat dalam pandang bayang-bayang

Aku tersesat dalam bayang pengabaian

Abu-abu menjejali benakmu

Ketakutan menyeruak dalam dadaku

Jangan pergi, lalu menghapusku menjadi abu

Jangan tenggelamkan aku dalam luka yang baru

Biarkan aku menjeda keabu-abuan hidupku

Biarkan aku mencerna kemungkinan yang juga mungkin akan segera hilang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team