Lukaku selalu luput dari matamu
Ia seperti ketiadaan yang tak pernah ditemukan
Dibalut dengan rapi oleh senyuman
Selalu disogok oleh harapan semu
Aku menusuk segala bentuk ancaman
Tidak mungkin kuulangi kelemahan
Bara matamu menerka-nerka
Tapi aku kuat menahan rasa meski rapuh di dalam
Kita tersesat dalam pandang bayang-bayang
Aku tersesat dalam bayang pengabaian
Abu-abu menjejali benakmu
Ketakutan menyeruak dalam dadaku
Jangan pergi, lalu menghapusku menjadi abu
Jangan tenggelamkan aku dalam luka yang baru
Biarkan aku menjeda keabu-abuan hidupku
Biarkan aku mencerna kemungkinan yang juga mungkin akan segera hilang
![[PUISI] Abu-Abu](https://image.idntimes.com/post/20260713/pexels-ithinkmedia-35497627_32ea37c0-0709-49c0-a18a-4dad43df565a.jpg)